(III)
Direkteur pendjara Kalisosok, Boomer, jang saja djoega kenal diloear pendjara, ada orang jang haloes perasaannja. Ia mengerti bagaimana keadaan moril saja djika hari ketemoe hari haroes berada dalem sel sendirian. Begitoelah ia kasih saja bekerdja di kantor pendjara, tetapi dengen perdjandjian se-waktoe-waktoe saja bisa distop bekerdja. Saja mengerti; dengen pikoel resiko melanggaran penetapan satoe djoernalies tida boleh tjampoer gaoel dengen lain2 orang hoekoeman karena koeatir menghasoed dan sebagenja, sebenernja Boomer tjoba entengkan itoe system poentoelken kegiatan berpikir kita. Saja hargaken sikap itoe dan sanget berterima kasih kepadanja, boekan sebab perbolehkan saja bekerdja dikantornja, tetapi djoesteroe karena berani dengen kemaoean sendiri pikoel risiko boeat entengkan penderitaan batin saja.
Begitoelah tiap pagi si sobat dari Makasar dengen saja berangkat menoedjoe kekantor; kita sekarang sama2 djadi kolega djoeroe toelis, boekan? Tetapi hal ini tida berdjalan terlaloe lama sebab kembali saja haroes dihadapkan dimoeka pengadilan Landraad di Sawahan dan kombali Mr Wienecke jang preksa perkara saja. Saja dibawa ke Sawahan tentoe sadja dengen pakean perantean dan kombali diborgol soepaia dandanan saja tida incompleet. Tjoema kali ini, dengen lain2 terdakwa atawa orang hoekoeman, kami diangkat dengen mobil tertoetoep dari pendjara, sebab kebetoelan tida haroes dipake boeat angkoet orang2 hoekoeman Eropa ke Raad van Justitie.
Begitoe saja toeroen dari mobil, siapa jang papak saja? Redacteur kota dari Soerabaia Jansen Hendelsblad. Dengen aer moeka jang terang sekali oendjoeken rasa masgoel liat pemborgolan saja, setjara demontratief ia berkali-kali berdjabatan tangan dengen saja. Saja ganda ketawa sadja dan kami bitjara pasal pesoerat-kabaran sebagaimana lajiknja djoernalies. Karena djoemlah delict jang saja mesti tanggoeng djawab ada banjak djoega, kali ini direksi “Soeara Poeblik” paksa saja pake sardjana hoekoem sebage pembela dan pilihan mereka djatoh pada Mr. Jaarsma, satoe advocaat jang waktoe itoe terkenal di Soerabaia. Sebab toch soedah poenja pembela, atas pertanjaan Mr Wienecke saja djawan, segala pembelaan perkara ini saja serahken pada Mr. Jaarsma. Dan saja merasa sedikit ketjewa ketika dengerken pledoi dari pembela itoe. Sebab ia ini dalem pokoknja tjoema tanja : “Ja, Meneer de Voorzitter, wat is poebliek? Poebliek hangt los in de lucht” (Ja toean Voorzitter, apa artinja poeblik ? Poeblik tjoema beroepa sesoeatoe jang “goemandool” tampa tjentelan dioedara) dan kamoedian Mr Jaarsma boleh kantongin 200 goelden. Achirnja saja dihoekoem 3 boelan pendjara, atas poetoesan mana saja langsoeng njatakan akan naek banding. Zonder beremboek doeloe sama pembela, Mr Wienecke masih tanja, Zonder beremboek dan zonder pembela djawab saja. Selagi masih ada di gedong Landraad banjak djoega sanak saoedara dan kenalan pada datang menegok saja. Ada jang bawa makanan, rokok dan sebagenja. Soeasana ada gembira dan saban2 kedengeran gelak ketawa seperti orang lagi piknik sadja. Ketika soedah siap semoea, kami diberangkatkan kombali ke pendjara.
Saja tida bekerdja lagi sebage djoeroe toelis di kantor, hanja karena pertolongan Dr Hoesodo (dokter pendjara) saja diperbantoeken di roemah-sakit pendjara sebage...... pembantoe mantri...!
Artinja kalaoe ada orang jang baroe datang, saja diperbolehkan berikan obat loear, teroetama bagi mereka jang masoek golongan gelandangan, toekang tjopet dan pendjahat kelas entengan. Selagi toenggoe giliran boeat di preksa, semoea telandjang boelat seperti saja dahoeloe. Kalaoe semoea soedah diperiksa oleh Mas Hoesodo, jang ternjnata poenja loeka2 dibagian koelit, haroes dateng pada saja jang soedah sedia dengen obat tjair boeat dipoleskan dibagian jang loeka itoe. Ada satoe jang boleh dibilang seloeroeh badannja penoeh koreng dan borok. Saja soedah soeroeh ia berdiri lempeng kamoedian ambil sapoet seperti jang biasa digoenakan boeat laboer tembok, masoekan sapoet itoe dalem ember jang penoeh dengen obat tjaer dan kamoedian sapoet seloeroeh badannja. Roepanja ini tjara pengobatan ada radikal djoega karena dalem tempo 1 minggoe segala koreng dan borok mendjadi kering. Itoe orang masih nasib baik, bisa dapet pertolongan dari pembantoe mantri istimewa...!.
Mas Hoesodo boekan sadja ringankan kesepian saja dalem sel, tetapi djoega dengen mendjadi pembantoe mantri saja bisa dapet bagian soesoe sampi, jang memang disediaken oentoek personil roemah-sakit. Berapa lama saja bekerdja sebage pembantoe mantri, ini saja tida tahoe, tetapi kombali saja menganggoer lagi sebab........... kombali mesti menghadep Landraad boeat laen delict. Dan kombali Mr Wienecke jang mendjadi langganan saja. Kali ini zonder segala pembela, saja akan bela diri saja sendiri. Kasoedahannja : 6 boelan pendjara!!!! Saja lantas njataken hendak naek banding. Doea perkara jang lain poetoesan bebas.
Jang berangkat dari Kalisosok itoe waktoe ada banjak orang, hingga roepanja sampe kekoerangan borgolan, hingga saja waktoe naek di mobil pendjara “dititipken” sadja pada salah satoe koempoelan perantean terdiri dari 5 orang terhitoeng saja. Ini namanja : “Het doel heiligt de middelen”, katanja Belanda.
“LOE RASAIN DEH”
Dipertengahan Djoeli 1926 rombongan kami terdiri dari koerang lebih 80 orang diberangkatkan dari pendjara Kalisosok dengen djalan kaki menoedjoe stasioen “Semoet”. Dengen dihantar oleh pasoekan polisi; mereka tentoe sadja pake pakean orang hoekoeman tiap lima digandeng satoe pada laen dengen borgolan dari rante besi jang tjoekoep pandjang.
Tjoema saja satoe2nja jang boleh bikin perdjalanan dengen pake pakean preman. Toeam Boomer, Directeur pendjara Kalisosok, jang tetepken saja boleh bikin perdjalanan dengen dapet itoe ketjoealian jang belon pernah diberiken pada seorang hoekoeman statoes Inlander. Boeat itoe hingga sekarang ini saja masih sangat berterima kasih padanja. Boekan sebab saja takoet dan maloe bikin perdjalanan sebage Inlander jang di hoekoem, tetapi karena toean Boomer berani atas risikonja sendiri, oendjoeken jang ia ada satoe-satoenja pembesar Belanda jang bisa bedakan mana si Inlander djoenalies dan mana Inlander jang mendjadi pendjahat biasa. Saja pake sepatoe dan kaosnja, tjelana dan djas dari dril poetih, kemedja komplit sama dasinja dan achirnja bawa djoega saja poenja topi “vilt Borsalino”.... Heibat apa tida toeh????
Dan doedoek saja poen tida dikereta jang biasa digoenaken boeat angkoet orang hoekoeman Inlander, dengen semoea Djendelanja dipasangin roedji besi, barangkali koeatir djika ditengah perdjalanan ada jang lontjat keloear.
Saja doedoek dikereta penoempang biasa dengen ditemani oleh seorang reserse pakean preman dan zonder di borgol. Pendeknja seperti penoempang biasa boeat orang jang tida tahoe. Kita moelai pagi soedah diberangkatkan dengen djalan kaki dari pendjara Kalisosok menoedjoe stasioen “Semoet”. Kita naek spoor kloenoek, djadi boekan express. Sebab Kandjeng Goebernemen tida bersedia boeat bajar satoe goelden setengah boeat tiap penoempang sebage toeslag djika naek express. Dengen naek express dari Soerabaia kita bisa sampe Batavia (waktoe itoe) dalem tempo satoe hari. Tetapi naek spoor kloenoek (tiap stopplaats, halte dan stasioen berenti) haroes menginap di Djokja; berangkat dari sana waktoe pagi sampe di Tjirebon soedah malem, menginap lagi akan esok paginja di kotjak poela sampe datang di stasioen Meester Cornelies (Djatinegara) sekira djam 6. teroes djalan kaki ke pendjara Tjipinang.
Diantara pembatja barangkali ada jang pikir tjara itoe toch berabe dan makan lebih banjak ongkos dari sekedar tjoema satoe stengah goelden.
Keliroe..!, anggepan begitoe, pembatja. Kapan di Djokja dan Tjirebon soedah ada sedia pendjara, tjoema tinggal giring masoek saja.
(IV)
Saja doedoek di kereta jang pertjis ada didepan kereta boeat orang hoekoeman. Oleh Koen Hian saja di “sangoni” 10 goelden boeat beli apa2 di tengah djalan. Djoemlah segitoe soedah lebih dari tjoekoep boeat zaman itoe. Banjak djoega kawan jang kasih saja selamat djalan. Sesampenja di stasioen Goebeng saja liat ajah saja berdiri dibawah lontjeng stasioen. Resersir jang djaga saja, kasih saja permisi toeroen dari kereta sesoedah saja kasih tahoe pada ia bahwa saja ingin berdjoempa ajah saja jang berdiri dibawah lontjeng. Begitoelah saja datang dengen si resersir ikoet dibelakang. Sesampe didepan ajah, saja boeka “Borsalino”saja dan sodja. Ia kaget liat goendoel saja, tetapi saja bilang padanja, ini ada permintaan saja sendiri. Saja sengadja pamerkan saja poenja pakean, boekti saja tida dikirim sebage perantean, (bisakah pembatja oekoer berapa adanja terima kasih saja pada kawan saja Boomer?). Tentoe sadja saja tida bisa terlaloe lama omong2 sebab statoes saja tetap orang hoekoeman.
Saja sodja poela dan minta ajah djangan soesah hati; toch tida lama lagi saja akan merdeka kembali. Ia lambaikan tangannjadan saja masih liat teges bagaimana ia boeka katja matanja boeat soesoet aer mata jang moelai menetes keloear. Tida lama lagi kereta moelai berangkat dan sampe djaoeh saja masih liat bagaimana ajah saja masih teroes lambaikan tangannja sampe stasioen Goebeng tida keliatan lagi.
Itoe 10 goelden saja goenakan boeat beli matjam2 koewe dan makanan jang djoega saja bagi2kan pada orang2 senasib jang berada didekat pintoe dari kereta jang berada dibelakang kereta saja. Gembira mereka boekan maen. Sesampenja di stasioen Djokja soedah magrib, ketambahan ada gerimis. Saja sewa andong dan dengen pendjaga saja kami lebih dahoeloe mampir diwaroeng nasi pesan nasi goedek jang djoega dimakan disana berdoea, si orang hoekoeman dan pendjaganja. Sehabisnja naek andong lagi dan sisah oewang saja kasih si resersir itoe boeat bajar koesir dan lebihnja boleh ia ambil. Toch dipendjara saja tida perloe oewang.
Orang2 hoekoeman jang laen soedah lama sampe, ketika saja baroe moentjoel; toeroen dari andong hoofdopzichter jang terima kita soedah moelai boeka batjotnja dari dalem mana soedah melontjoer setahoe berapa banjak godverdom nja. Makloem sebage pensioenan sersan KNIL dan sekarang sebage hoofdopzichter pendjara ia roepanja tida bisa hidoep zonder iapoenja stop word jang terkenal : godverdom!
Kita ada sedikit debat jang dilakoeken dalem bahasa Belanda. Saja terangkan, saja baroe datang dari waroeng nasi boeat makan di sana, sebab makanan di boewi Djokja tida eanak. Lebih djaoeh, atas pertanjaannja, saja bilang saja oleh Directeur pendjara Kalisosok di idzinkan pergi ke Tjipinang dalem pakean preman.
“.........Godverdom, disini Directeur Kalisosok tida ada hak apa2, mengerti? Boeka dan ganti itoe dengen pakean ini, katanja seraja lemparkan pada saja pakean perantean jang tadinja soedah bekas dipake.
Achirnja saja naek darah djoega. Saja djawab, hal saja disoeroeh ganti pakean, itoe ada haknja, tetapi boekan ia poenja hak boeat goejoer saja dengen ia poenja godverdom pada orang hoekoeman.
“Nanti tanggal 1 November 1926 saja soedah akan keloear dari Tjipinang dan kalaoe perloe saja bisa datang lagi dipendjara sini boeat tjari ia. Saja ingin tahoe sampe berapa banjak ia berani maen godverdom dengen saja. Kamoedian setjara demontratief saja banting pakean rantai jang ia tadinja lemparkan dan lantas boeka pakean preman saja jang saja boental djadi satoe, berikoet Borsalino sekali dalem selembar tikar.
Lantas dalem keadaan telandjang boelat saja sengadja dengen perlahan meloengsoengi djadi orang perantean lagi. Itoe opzichter masih menggerendeng maoenja sendiri tetepi ia keliatan tida begitoe boewas lagi.
Ia roepanja hendak djoeal apa jang biasa diberi nama “Gertak Londo”
Seoea toelisannja Opa kwee soedah pindah ke sini http://tjamboek28.multiply.com/
Saturday, February 25, 2006
Thursday, February 23, 2006
Penghoeni Kalisosok ....(I + II)

INDONESIA RAYA
Kwee Thiam Tjing bertjerita
Penghoeni Kalisosok
(I)
Penghidoepan dalem pendjara Kalisosok tida bisa dibilang terlaloe menggembiraken. Sebab tiap hari sama sadja, segala kadjadian boleh diramal dengen djitoe, dari pagi djam 6 si Gareng (nama podjokan klooster, opzichter kita) boeka kadoewa pintoe roedji sel kita sampe liwat djam 5 sore, sasoedah itoe masoek kandang lagi. Tjoema pada kita diberi kemerdikaan boleh mimpi impian apa sadja jang kita kehendaki. Teroetama bagi si djoernalis, penghidoepan jang “geestelijk doodend” itoe (meloempoehken kegiatan berpikir) beroepa hoekoeman extra. Kita tida diper-rantean laen; baik pekerdja kasar (pikoel ini dan itoe, bikin bersih selokan, menjapoe dan sebagenja) atawa bekerdja di kantor boewi sebage djoroe-toelis. Satoe djoernalist dalem hoekoeman haroes di isolier, diasingkan, karena koeatir ia bisa pengaroehin pikiran laen pesakitan kalaoe diberi kalonggaran tjampoer dengen bebas. Does di zaman itoe djoernalist sematjam saja dianggep pestgevaarlijk. Oentoek lewatkan tempo, pada golongan saja oemoemnja diberi boekoe2 batjaan dan soerat kabar. Tetapi djangan ditanja matjam apa. Saja pernah terima boekoe Dik Trom, de avonturen van Krieltje, de polder jongen dan lain-lain boekoe batjaan boeat anak-anak. Dan soerat-kabarnja? Soedah basi satoe doea boelan. Derekan blok saja jang terdiri dari 9 sel terletak dekat blok boeat golongan Eropa, hanja terpisah oleh djalanan jang menoedjoe ke roemah-sakit.
Tiap minggoe satoe kali di sel saja ada datang “surveillant” pendjara, ini “surveillant” ada kepala dari semoea opzichter dan sebage directoer ke doea dari pendjara, ia diwadjibken tilik dan kontrol boewi dan penghoeninja. Oemoennja “surveillant” tida bisa dateng koendjoengin orang hoekoeman di sel-nja. Tetapi kepada saja ia bikin katjoealian; ia dateng boeat tengok sel saja dan tanja apa sadja ada hal2 jang dianggep tida sebagaimana mestinja, seperti dalem hal makanan, perlakoean para personil pendjara dan sebagainja. Ini pengetjoealian diberiken pada saja, si orang hoekoeman Inlander, memang menjolok mata. Barangkali sebab saja tjoema satoe-satoenja djoernalist jang itoe waktoe djadi penghoeni pendjara Kalisosok. Djoega sebab di loear pendjara sebage “orang preman” saja memang poenja banjak kenalan, baik dikalangan atas, maoepoen dikalangan pertengahan dan sampepoen diantara badjingan dan pendjahat ada djoega jang saja kenal. Kapan djoernalist itoe mesti all round, katanja. Saoempama orang merantjangharoes sedia tjoekoep boemboenja. Bertaon-taon lamanja saja poedji, tjela dan maki bahis-habisan segala apa jang menoeroet saja haroes dipoedji, di tjela atawa dimaki, teritoeng Kandjeng Goebernemen Hindia Belanda pembesar atawa preman, sobat, moesoh atawa pamili zonder pandang boeloe. Soerat-kabar Soeara Poeblik di Soerabaia, dimana saja toelis dengen nama pedengan “Tjamboek Berdoeri” memang oleh jang tida soeka di tjap sebage “oproerkraaier”, toekang tioep api pemberontakan, katanja mereka pro sana dan anti sini. Ini istilah sana dan sini boeat zaman itoe bisa diartikan sebage “Wilhelmus” atawa “Indonesia Raja”
Waktoe mengobrol dengen surveliant terseboet kami djoega sentoeh hal “levenshouding” (sikap menghadepin penghidoepan) saja jang oleh surveiliant tadi dianggep keliroe dan menjajangkan. Ia waktoe itoe banjak lebi toewa dari saja dan saja pertjaja maksoednja baik dan tjoba oendjoeken saja djoeroesan jang bener. Keliroe oentoek bentji pamarentah Hindia Belanda, tida bentji orang Belanda, diantara siapa banjak jang mendjadi sobat akrab saja, jang saja bentji, sangat bentji jalah itoe perbedaan antara sama2 onderdaan jang satoe Nederlander dan jang lain niet Nederlander, en toch kita sama2 menjanji “Wiem Neerlands bloed door de aderen vloeit” itoe surveiliant djawab, persamaan seperti jang diangan-angankan oleh saja memang bagoes, tjoema minta tempo jang lama sekali oentoek bisa diwoedjoetken. Karena kami (dimaksoedkan jang niet Nederlander) dianggap masih belon tjoekoep “mateng” itoe memang lebih dari karet, bisa dioeloer, ditarik ke kiri, ke kanan, dikepal-kepal djadi onde2. kita belon mateng boeat berdiri diatas kaki sendiri, boeat ambil poetoesan sendiri tetapi tjoekoep matang boeat mendjadi alat di kalangan pamarentah (jang bagean bawah tentoenja, disebabken oleh belon kematengan itoe) tjoekoep matang boeat pekerdjaan di kalangan perdagangan, perkebonan, pabrik, indoestri dan sebagenja. Dan teroes masih sebage alat sadja. Kalaoe ia (dimaksoedken surveiliant itoe) djoega dapet statoes kami, saja ingin tahoe sampe dimana kesabarannja. Sembari oendjoeken pada blok Eropa, dimana kabetoelan ada keloear satoe katjoeng Indo. Ditahan karena tjoeri sepeda, saja bilang itoe anak Indo dapet matras, dapet kelamboe, dapet tampin (orang hoekoeman Irlander jang diwadjibken ambil makanan`nja, bikin bersih bilik, djadi sematjam djongos), dapet nasi poetih, bruine bonen met spek dn lain2 jang ia sendiri tida soeka karena tida biasa, sering ia minta toeker dengen makanan saja, nasi merah, tempe reboes dan sajoer kangkoeng. Pake sandal dan pijama blauw, tidak seperti saja, siang malem kaki ajam, pakean perantean dengen pake tjelana kolor pandjang tida, pendek boekan, tidoer diatas tikar dengen bantal diisi roempoet kering. Poen waktoe pertama kali datang dipendjara dari hoofdbureau polisi, saja soedah mesti alamken hal2 jang sanget menjakitkan hati.
(II)
Djoesteroe karena itoe perbedaan perlakoean antara tahanan Eropa dan Inlander. Sesoedah terima tikar dan bantal saja(waktoe itoe masih ditahan preventif) ditempatkan di sel/blok1 dari bagean boeat Inlander (tida djaoeh dari blok boeat golongan Eropa seperti jang soedah saja toetoerken dibagean atas). Di esok paginja saja dibawa keroemah sakit pendjara lewat gang jang berada didepan sel saja. Sesampenja disana soedah ada berkoempoel poeloehan orang jang djoega baroe dateng, terdiri dari orang tahanan preventief, djadi belon di madjoeken di moeka pengadilan, orang hoekoeman dari laen kota dan mereka jang tergolong “strapan polisi”, terdiri dari orang gelandangan, pengemis dan sebagenja jang di hoekoem oleh landgerecht, badan mana bisa didjatohkan hoekoeman pendjara zonder banjak procedure sampe paling lama 3 boelan. Satoe kali soedah di hoekoem, pakeannjapoen tida sawo mateng warnanja, hanja loerik. Kami haroes bertelandjang boelet, berdiri toenggoe giliran dipreksa oleh dokter hoesodo (dokter boewi). Waktoe dateng giliran saja, ia ini goleng2 kepala boekan karena ada apa2 jang gandjil pada toeboeh saja tetapi ia tida mengarti kenapa saja (jang kenal diloear sebage djoernalis) djoega haroes disoeroeh antri sama segala bamboeng, gelandangan, badjingan dalem keadaan telandjang boelet, diperlakoeken sebage binatang jang tida poenja rasa maloe apa2. boeroe2 ia preksa saja . ia sengadja soeroeh saja doedoek dikerosi jang kebetoelan kosong dan soedah rampoengken koewadjibannja sebage dokter. Mas Hoesodo bawa saja keloear oentoek poelang ke blok saja. Ia akan kemoekakan hal saja pada directeur pendjara, katanja. Dan ini semoea apa saja haroes telan dengen sabar, menoenggoe tiba saatnja djoerang perbeda`an jang pisahkan Nederlander en niet Nederlander dapet dioeroek? Boeat orang, jang baik, dari peladjaran, didikan, pergaoelan, dan keada`an berbeda djaoeh dengen “Bromotjorah” (pendjahat jang soedah biasa keloear masoek pendjara), gelandangan, bamboeng, pengemis, pentjoeri dan sebagenja, boeat orang begitoe, jang haroes berdiri telandjang boelet berdjam-djam lamanja diantara mereka, ini soedah beroepa hoekoeman bathin jang dirasakan amat berat. Meloeloe sebab ia masoek golongan Inlander. Tetapi pertjajalah apa jang sekarang ditelan, satoe waktoe mesti dimoentahkan kembali dihadepan Kandjeng Goebernemen dan mereka jang bertanggoeng djawab boeat adanja perbada`an jang begitoe menjolok, begitoe menjakitkan hati antara onderdaan Nederlander niet Nederlander alias Inlander.
Surveiliant tida dapet djawab apa2 lagi, hanja sembari manggoet ia berlaloe.
Penghidoepan dalem pendjara berdjalan biasa sadja. Tida ada gontjangan jang bisa bikin djantoeng berdebar-bedar seperti didoenia loear; semoea berdjalan dengen begitoe litjin hingga sampe membosankan.
Hari kemaren, hari ini , hari esok, semoea sama sadja. Sama nasi merahnja, sama tempe reboesnja, sama sajoer kangkoengnja, dengen dikasih selingan satoe minggoe satoe kali ikan asin goreng, satoe minggoe satoe kali atawa tempe goreng atawa setengah telor bebek jang katanja asinan dan sepotong daging sampi. Dibandingken dengen menoe boeat orang tahanan atawa hoekoeman Eropa, bedanja seperti makan diwaroeng desa dengen restoran jang mendingan besarnja dikota. Soedah disediaken “tamping” (orang hoekoeman Inlander jang dipekerdjakan sebage sematjam pelajan boeat ambil makanan, sapoe dan bikin bersih sel orang poetih) makanan ada roti, bruine boonen met spek, huts pot met viees, nasi poetih(kendati kalaoe diloearan masoek golongan nasi mangkak), telor, soep dan sebagenja, plus........... pisang, seorang satoe bidji setiap hari. Mein liebchen, was wilist du noch mehr? Dan djangan loepa boeat golongan orang poetih selaloe ada disediaken sepasang sandal, koeatir djika telapakan kakinja tida tahan djika dimestikan djalan dengen kaki telandjang seperti penghoeni Inlander. Sampe si katjoeng Belanda godong dari krembangan jang kasih masoek pendjara Kalisosok sebab tjoeri sepeda, djoega dikasih sepasang sandal “Maar ik enak so nir!” katanja pada saja sembari kasih keloear kakinja dari krangkeng roedji besi dari selnja. Ini selpoen djaoeh lebi besar dari pada kita poenja. Ada sedikit kebon (dibagean atas tentoe sadja ditoetoep dengen rodji besi) ada roewangan depan, bagean tidoernja poen ada lebi loewas, habis pake segala kelamboe dan matras sih......!
Boeat saja jang paling menjakitkan hati boekan itoe semoea sandal, huspot, kelamboe dan lain2 nonsens lagi, tetapi djoesteroe itoe perbeda`an perlakoean antara Nederlandse onderdaan Nederlander dan idem niet Nederlander alias Inlander. Sama2 dalem pendjara poen masih ada perbedaan jang begitoe menjolok mata. Kalaoe perloe saja sebage Inlander bersedia pake tjawat sadja asal poen jang boekan Inlander djoega diwadjibken begitoe. Tentoe sadja sebegitoe lama masih sama2 dalem pendjara.
Menoeroet oendang2 pendjara soeatoe djoernalies jang ditahan atawa dihoekoem seberapa bisa haroes diasingken, djangan boleh tjampoer gaoel dengen orang hoekoeman lain, koeatir kalaoe bisa menghasoed dan sebagenja. Betapa berat adanja hoekoeman “isolatie” begitoe pembatja bisa bajangankan sendiri. 12 djam dalem krangkengan jang beroepa tempat gelar tikar kita, diloewaskan dengen 12 djam waldengang. Boeat lewatkan tempo tiap pagi kalaoe si Gareng (nama sebenernjna ada klooster, opzichter kita) soedah boeka pintoe sel saja, saja golongan di roedji bagean atas wandelgang dan moelai latihan ala tarzan. Kamoedian dilandjoetken dengen lari 25 kali poeterin wandelgang. Baroe sarapan nasi merah dan garem. Setelah itoe tjoetji pakean dibagean depan dari sel saja. Lantas mandi pake saboen segala, sebab tiap minggoe kita terima sepotong saboen tjoetji oentoek pakean satoe minggoe lamanja. Itoe anak Makasar, jang tadinja menangis sadja, sekarang soedah berobah djadi normal; tiap pagi mendjadi djoeroe toelis dikantor pendjara. Enak djoega boekan? Sedang saja sendiri? Saja diberiken soerat-kabar jang soedah basi 2 boelan atawa boleh batja boekoe2 boeat anak2 seperti Dik Trom, Hein Stav east, Mustang, het wonder paard van Winnetou dll. Tetapi sering djoega saja masih bisa toelis boeat “Soeara Poeblik” jang mana bisa sampe di medja redaksi di djalan Gresik via saloeran gelap. Oempama di taon 1925 komedi stamboel “Miss Riboet” sangat terkenal di Soerabaia dan di lain-lain tempat. Salah satoe njanjian jang paling popoeler saja “pindjam” boeat toelis dongengan saja dalem bahasa Djawa inilah :
Sopo-sopo sing gelem tah dongeni.
Dongenganne djoernalies sing sih di boewi.
Oerip orah, ning jo orah mati, Moong di krangkengi roedji wesi,
Dikoeroeng rino lan wengi, Sebab wani karo kandjeng Goesti......!
Lebih djaoeh dalem dongengan itoe djoega ada diseboet tentang takoetnja Belanda kehilangan nasinja, biar tjoema satoe boetir sadja. “Zit-redaktour” jang kami tantjapkan didepan Landraad boeat pikoel tanggoeng djawab boeat toelisan itoe jang djoega ditoentoet di moeka pengadilan, tjoema bisa terangken, ia beriken artikel itoe pada zitterij, karena “katanja, dibalakang soedah tida ada copienja lagi boeat di zet”. Siapa jang toelis ia tida tahoe; poen tida mengerti apa jang dimaksoedkan oleh penoelisnja. Ia dihoekoem satoe boelan pendjara karena dianggap melanggar artikel karet jang terkenal , 161 bis dan ter. Lain “zitredacteur” jang haroes “Zit” boeat toelisan saja “als ik eens Atjeher was” digandjar satoe taon pendjara. Kalaoe saja sendiri jang mesti tanggoeng djawab, sedikitnja akan meringkoek doea taon...!.
Sunday, December 11, 2005
Serba Serbi Stadwacht Soerabaia

INDONESIA RAYA
Kwee Thiam Tjing bertjerita
Serba Serbi Stadwacht Soerabaia
Diantara pembatja barangkali ada jang pernah masoek stadswacht. Dalem hal begitoe pasti tahoe apa jang dimaksoedken dengen bagean pakean seragam kita jang dinamakan "Poettees". Poettees ini ada sematjam pita dibikin dari linnen jang koeat sekali dan tjoekoep pandjang boeat dilibatkan moelai dari pergelangan kaki hingga dibawah loetoet. Dengen pake Poettees memang benar rasanja tindakan lebi enteng dan tida moedah tjapai. Tetapi kalaoe belon tahoe bagaimana pakenja Poettees itoe meroepakan matjam2 siksaan.
Djika terlaloe kentjang, rasanja darah dibetis tida mengalir lagi; terlaloe kendor pasti Poettees itoe melorot di tengah djalan. Kalaoe setengah2 achirnja toch mobrot-mobrot djoega. Saja sendiri pernah dapet maloe karena Poettees itoe. Pada soeatoe sore lagi bikin latihan di lapangan Jaarmarkt (sekarang taman hiboeran rakjat) di Soerabaia oleh satoe kapten jang saja kenal dalem penghidoepan biasa, saja diperkenalkan pada overste Jonkheer Borcel. Komandan stadswacht, sebage djoernalies satoe2nja jang soeka rela masoek stadswacht.
Saja tentoe sadja lebih dahoeloe salueer (memberi hormat) menoeroet model sebelomnja berdjabat tangan dengen overste Borceel. Sesoedahnja kami bitjara sebentar tetang hal2 jang ada sangkoet paoetnja dengen traning di stadswacht mendadak overste dapat panggilan tilpon. Saja dengen segera berdiri tegak dan memberi salueer (hormat). Boleh djadi saking inginnja kasih kesan jang baik, selagi angkat tangan boeat salueer, tongkat sepatoe kanan saja bentrokan dengen keras sepatoe kiri, Overste Borceel bahas salueer saja sembari manggoet2 tetapi mendadak sjrrrt..!, saja rasakan dibagean bawah Poettees saja. Djoesteroe dipergelangan kaki dimana Poettees moelai dilibarkan. Tjilaka ia terlepas lagi, pikir saja. Dan benar djoega selagi moendoer hendak kasih overste liwat si Poettees sialan soedah mobrot-mobrot dan meroepakan sematjam tjatjing pita jang melibat sepatoe saja. Maloe saja tida terhingga. Satoe kawan jang soedah kawakan djadi militer kamoedian kasih beladjar saja bagaimana mesti ikat Poettees itoe hingga tida sampe gampang terlepas.
Kalaoe seorang hendak masoek kader ingin beladjar lebi banjak dalem soal ke militeran oentoek dapet djadi sersan padanja diberiken 21 djilid boekoe tentang segala apa jang menjangkoet kemiliteran, oempama bagaimana moesti kepoeng dan serang kampoeng jang didoedoeki moesoeh, tjaranja menjerang diwaktoe malem atawa siang hari, beladjar merajap dengen bawa sendjata, gasmasker, ransel dan laen2, komplit menjerang dengen goenakan bajonet, menembak dari tempat semboenji atawa tjara menggoelingken badan sehabis lepas tembakan ditempat terboeka, seteroesnja, seteroesnja.
Di taon 1947, langsoeng sehabisnja clash pertama dan pasoekan Belanda doedoeki Malang kembali, disana saja terbitkan boekoe "Indonesia dalem Api dan Bara" dalem mana saja toetoerken bagaimana Belanda njatakan perang pada Djepang, selagi Nippon berkoeasa kamoedian disoesoel penggemblengan badja di zaman merdeka, sampe datang waktoenja apa jang oleh Belanda dinamakan "Politionele actie", dalem boekoe saja itoe djoega ada diseboet halnja itoe 21 djilid boekoe. Djoesteroe apa jang tidak beladjar, ternjata itoelah jang kita paling pandai lakoeken.
Pembatja pasti soedah bisa tebak apa jang hendak saja katakan, Juist lari, pembatja, Lari dan sekali lagi lari...! Dimasa semangat berperang sedang memoentjak ada itoe sembojan jang terkenal "Liever staade sterven dan knielende te leven" (lebi baik mati berdiri daripada hidoep dengen berloetoet).
Dalem boekoe "Indonesia dalem Api dan Bara" poen demontrasi kegagalan ini saja siteer dan tambahkan "maar het beste is kruipende weg te lopen" (tetapi jang paling baek dengen merangkang lari). Tentoe sadja tida semoea Belanda pengetjoet, sama djoega tida semoea jang boekan Belanda ada gagah berani. Oempama kolonel overste jang teroes beriken perlawanan jang gagah di hoetan2 Soematra dan achirnja mati dalem tangan Djepang sebage kesatria jang terhormat dan terpoedji hingga sekarang ini. Setida-tidanja oleh saja.
Komandan stadswacht Malang, overste van Steyn van Hensbroeck, jang waktoe saja dengen wacht Soekoen beriken hormat boeat penghabisan kalinja ditangsi sebelonnja stadswacht diboebarken sama sekali, ada opsir Belanda satoe2nja jang ada ditangsi itoe oentoek toenggoe datangnja pasoekan Djepang.
Belakangan saja dengar ia ditembak mati atawa dipenggal batang lehernja di Antjol.
Ketika saja di taon 1949 pindah ke Djakarta, saja telah pergi ke makam Antjol boeat tjari koeboerannja tetapi tida bisa didapatkan. Tentoe sadja tida itoe sadja, masih banjak sekali orang Belanda lain jang oendjoeken kegagahan dan keberanian di masing2 bidangnja sendiri, baik dikalangan pegawai pamarentah, maoepoen dikalangan partikoelir.
Keberanian dan ketakoetan toch tida bisa diborong oleh satoe golongan atawa satoe bangsa sadja, boekan...?
Haroes diakoei latihan stadswacht Soerabaia ada baik, tertib dan soenggoeh2 teroetama bagian jang mengenakan "eebewijzen" (tjara memberi hormat) dan "netheid"(kebersihan), tjara pake topi, mengenakan pakean seragam kita dengen kantjingnja jang ada gambar "Nederland Leeuw" haroes mengkilap semoeanja, mala bagean bawah sepatoe kita djoega dipreksa bersih atawa kotor.
Dan tentoe sadja djoega bagean sendjata; bajonet bersih tidanja, loop sendjata bersih tidanja, tas peloeroe dan semoea bagian jang dibikin dari koelit haroes dipiara menoeroet oekoeran Hollandse netbed jang terkenal.
Pada soeatoe sore djam 5 dengen diangkoet oleh 3 prahauto stadswacht kami, kekoeatan 1 kompi, dibawa kekampoeng Doepak dekat stasioen Pasar Toeri. Kampoeng ini oemoemnja ditinggali oleh orang2 asal Madoera dan roepanja mereka itoe tempat boewang hadjat. Tida heran begitoe sampe disana hidoeng kita djadi njengar-njengir karena kesampok oleh bebaoean jang kita semoea soedah kenal.
Tentoe sadja latihan moesti djalan teroes. Kapan kami toch orang peperangan, masa mesti moendoer boeat goedoekan2 jang tida melebihin kepelan tangan? Kami diperentahkan oentoek lewat saloeran jang tida ada aernja, datang disatoe tempat dibelakang stasioen Pasar Toeri. Dengen tjara membokong dan mengedjoetkan "moesoeh" jang dianggap bersarang dibelakang stasioen itoe. Dan tjara dilakoekennja begini:
Kita haroes tidoer tengkoeroep kamoedian tangan kanan tempatkan senapan kita sedjaoeh lengan kita bisa, lantas tangan kiri djoeloer sampe sama dengen tangan kanan. Badan kamoedian diangkat sedikit dengen beratnja ditahan oleh oedjoeng kedoea sepatoe dan tangan, dan achirnja dengen goenakan kekoeatan tangan ini kita tarik toeboeh kita madjoe kedepan.
Latihan sematjam ini memang berat dan minta banjak tenaga. Serta djaoehnja djalanan jang haroes ditempoeh tjara membokong ini tida koerang dari 70 meter. Begitoe lah kami moelai satoe demi satoe masoek di saloeran itoe.
Didepan saja ada satoe stadswachter, seorang Belanda totok, jang dikasih datang oleh kantor dagang Belanda sebage apa jang dinamakan "import kracht" Ia masih moeda dan orangnja simpatiek. mendadak saja liat kawan itoe doedoek dengen aer moeka jang rasa djemoe tjampoer djengkel. Ternjata wapenbroder (kawan seperdjoeangan) ini selagi tarik madjoe badannja, badjoe seragamnja, moelai dari kantjing atas sampe dekat saboek, sapoe djoega goendoekan jang terkenal itoe..! Hasilnja satoe strip koening jang lebarnja kira-kira 4 centimeter, keliatan tegas menghias dadanja. Latihan di STOP dan kita semoea pada ketawa.
Dengen soeara moepakat dari semoea kawan, pemoeda jang dadanja dihiasin strip koening itoe diangkat mendjadi kopral Doepak.
Ia ini dengen goleng2 kepala boeka badjoenja jang dibawa kesatoe soemoer boeat di tjoetji sedapat-dapatnja. Sampe lama ia dikaroeniakan pangkat kopral Doepak. (TAMAT)
De Stadwacht Waak !
INDONESIA RAYA
Kwee Thiam Tjing bertjerita
De Stadwacht Waak !
(stadswacht = Barisan Pendjaga kota jang dibentoek pamarentah Belanda di Indonesia mendjelang Djepang akan doedoeki Indonesia.
Waakt = mendjaga atawa bertoegas)
Ditaon 1939 di kota Soerabaia dan tentoe sadja di kota2 laen, bisa diliat di banjak tempat ramai dipasang plakat bergambar jang besar oekoeran`nja "De Stadwacht Waakt......!" begitoe pendjelasan dari gambar itoe jang di loekiskan dengen 3 roman lelaki separoh badan. Semoea pake oeniforem stadswacht, tetapi djelas dari romannja bisa dibedakan mana jang Indonesia, Belanda dan Tionghoa.
Meliat gambar ini saja itoe waktoe ingin sekali bisa berdampingan poela dengen Professor Mr OP. Schepper, goeroe tinggi Recht Hoge school di Batavia merangkap Ambtenaar voor de reclasseringsdients. (batja penghoeni Kalisosok) Professor Mr OP. Schepper lima kali koendjoengin saja di sel pendjara Tjipinang, dimana saja haroes habisin sisah hoekoeman saja. Maksoednja oentoek pimpin saja ke djalan jang benar.
Djangan loepa, Professor Mr OP. Schepper ada djoega dinas dari reclassering. Tetapi hal ini baik saja toetoerken sadja dilaen bagean.
Kenapa loekisan gambar itoe peringatkan saja????????
Kombali pada Mr OP. Schepper? Karena tertampak loekiesan 3 orang itoe sama pakeannja, sama tingginja, tida ada perbedaan seoedjoeng ramboet antara jang satoe (Nederland onderdaam Nederland dan doea jang laennja (Nederland onderdaan niet Nederland), tetapi ja, apa maoe dikata...? moengkin nood breekt wet wet ada argoement jang koeat.
Kombali pada stadswacht banjak djoega djoemlahnja orang2 jang pada masoek stadswacht itoe. Tjoema sajang sedikit, banjak dari mereka jalah terdorong oleh satoe pormoelir jang pada soeatoe pagi ia orang ketemoeken di medja toelis di kantor2 dagang eropa jang besar. Pormoelir minta masoek stadswacht haroes diterimakan kembali pada pimpinan peroesahaan dimana mereka bekerdja. Effect dari taktik ini soedah djelas bisa diramalkan dari bermoela keterangan ini saja dapet koempoelken dari banjak sekali kawan2 jang pada djadi stadswachter.
Saja sendiri djoega madjoeken pormoelir begitoe tetapi boekan karena sep ini dan itoe. Sebab saja sebage djoernalies ada bebas, tetapi meloeloe karena, ingin djoega beriken bantoean di saat2 jang diperloeken oleh Indonesia, tanah toempah darah saja.
Tetapi selagi menoenggoe panggilan dari kantor penerimaan rekoet boeat stadswacht jang waktoe itoe ada dikantor BPM di Societeitstraat, oleh satoe oeroesan pribadi saja terpaksa pergi ke Djakarta dan balik poela di Soerabaia pertjies terlambat 2 minggoe dari hari panggilan. Oentoek menghadep di kantor terseboet. Di esok harinja saja bawa soerat panggilan itoe ke kantor BPM dan diterima oleh letnan satoe dari KNIL. Ini perwira masih moeda dan ternjata ada seorang Belanda totok. Ia toendjoeken matanja ke pormoelir zonder mendongak barang satoe kali.
"Waarom ben jij te laat? (kenapa kamoe terlambat) tanja dengen kasar.
Saat itoe saja meloeap djoega darah saja. Pikir saja ini Belanda terlaloe sombong; orang dateng dengen soeka rela beriken bantoeannja, belon apa2 soedah di bentak2, tjoema ketinggalan godverdom nja sadja.
"Pardon luit. Ik ben nog steeds een meneer..! (maaf letnan, saja masih tetap satoe toean...!) kata saja, dengar djawaban itoe, ia angkat moekanja dengen terperandjat. Kamoedian ia persilahkan saja doedoek di kerosi didepan medjanja. Sesoedah saja toetoerken sebab saja terlambat, ia manggoet2 dan kamoedian beriken saja soerat keterangan oentoek ambil pakean di Karang Mendjangan. Saja berlaloe dan teroes ke Karang Mendjangan jang itoe waktoe digoenakan sebage depot magasen. Disana pada saja terimaken sepasang sepatoe militer berikoet kaosnja, doea tjelana, doea badjoe, satoe topi roempoet, satoe bivakmuts, satoe pet dan gordelrim, saja diberitahoe besok sore djam 5 soedah mesti appel diroewangan tengah.
Sepoelang di roemah saja tjoba oeniform saja. Bangga djoega rasanja hati; apalagi waktoe liat istri saja senjoem-senjoem semboenji liat soeaminja begitoe ganteng.....!
Djadi dengen ini dalem seoemoer hidoep saja soedah 2x pake uniform Kandjeng Goebernemen. Pertama sebagai orang perantean (tahanan), kedoea sebage stadswachter.
Esok sorenja djam 4 saja soedah berangkat dari roemah dengen pake uniform. Saja naek sepeda dan boeat potong djalan ke Karang Mendjangan saja liwatin djalan Semoet. Disana dekat penggilingan kopi saja liat satoe sersan dari KNIL, Belanda totok, ketara diwarna ramboetnja dan aer moeka.
Dengen koemis malang melintang dan tolak pinggang ia liat saja mendatengin. Kita satoe sama laen saling awasin zonder berkedip. Ini Belanda maoe apa pikir saja sembari djalankan sepeda saja dekat ia. Baroe sesoedah liwatin ia saja perhatikan djalanan lagi.
Dan astaga.........! ketika liat tjelana dan lengan saja, baroe saja mendoesin jang saja ini pake oeniform. Dan orang dengen siapa tadinja saling intjer-mengintjer seperti sepasang djago jang hendak bertempoer adalah seorang sersan, orang atasan saja, pada siapa saja seharoesnja beri hormat militer, pantes dari tadi ia liat saja seperti hendak menerkam sadja. Saking takoetnja dipanggil balik, saja teroes endjot sepeda saja zonder berani berpaling barang satoe kali sadja.
Sesampenja di Karang Mendjangan dan sesoedah taro sepeda, selagi hendak menoedjoe ke roewangan appel, apa maoe, ditengah djalan saja berpapasan dengen letnan satoe dari kantor penerimaan rekoet kapan hari. Dasar lagi sial, pikir saja. Saja berdiri tegak dan beriken saluut saja. Ia balas dan kamoedian tanja:
"en wat heb jij nu te beweren? (dan apa jang sekarang hendak kamoe bilang?)
" ik heb niet te rapporteeren lut" (tida ada apa2 jang moesti saja laporkan letnan) djawab saja,
Sekonjong-konjong letnan satoe itoe ketawa dan sodorkan tangan pada saja . selandjoetnja ia mendjadi kawan jang understanding, begitoe djaoeh bisa bitjara pasal vriendschap antara opsir dan serdadoe. (TAMAT)
Saturday, December 10, 2005
Soeka-doeka djadi ,,Stadswacht” (III+IV=TAMAT)

(III)
Kira-kira djam 3 pagi selagi hoedjan berenti dan remboelan moelai ternampak, mendadak kita denger 4x tembakan senapan Lee Enfield dengen beroentoen. Kita semoea keloear dan saja menoedjoe pos ke 3 karena dapet firasat tida enak. Di pos itoe memang saja jang tempatkan seorang serdadoe jang berasal dari kalangan sederhana. Ia tida bisa berbahasa Belanda, tetapi anaknja baik sekali, orangnja polos. Ketika saja hantar ia kesana, ia berbisik pada saja; "San...... (ini potongan dari sersan, boekan perkataan orang Djepang), ...ini baoe apa..? memang di itoe bagian ada terdapat bebaoean seperti kembang tjampoer menjan, pendek boeat jang tachajoel, ditambah dengen keadaan disekiternja, itoe semoea bisa bajangken moentjoelnja segala djerangkong dan demit. Saja tahoe, bebaoean itoe berasal dari "Foroka, pabriek rokok. Namanja jang betoel saja tida tahoe, tjoema kenal ia sebage Noto. He.... Noto, saja bilang , djoega dengen berbisik. Kamoe jang awas sadja, memang disini ada bekas koeboeran.....!.
Kalaoe begitoe, saja minta ditaroh ditempat lain sadja, San.......!. Saja tolak dengen alesan dalem boekoe di pos 3 soedah tertjatet nama Noto. Saja teroes tinggalkan ia boeat ke pos 4. Sasoedah itoe tembakan beroetoen dan saja dateng ke pos-nja Noto, dari djaoeh saja liat bagaimana Noto, dengen badan seporoh membongkok, teroes toendjoeken moeloet senapan ke segala djoeroesan. Saja treakin ia takoet kalaoe si Noto maen berondong senapannja. Ketika saja dateng padanja, aer moekanja keliatan amat poetjat dan seloeroeh badannja bergemetaran. Saja bawa ia kombali keroewangan kita sesoedah tempatkan laen serdadoe. Sehabisnja dapet minoem dan keliatan tida begitoe ketakoetan lagi, saja tanja Noto apa jang sebenarnja soedah kadjadian. Ia toetoerken, selagi djalan moendar mandir dan teroes meneroes baoe kembang koeboeran masoek hidoengnja, mendadak didekat tembok pabriek ia liat ada bergerak jang poetih dan bertjahaja. Saking takoetnja, zonder pikir pandjang ia tarik pelatoeknja senapan dan lepas empat tembakan beroentoen. Kamoedian ternjata jang barang poetih dan bertjahaja ada blik bekas soesoe jang roepanja disinarin oleh sang remboelan.
Dilaen waktoe , kombali di pos BPM, si sersan tjoba di djoeal oleh anak boewahnja. Pos pendjagaan masih sam seperti dahoeloe. Sekarang tiap pos dapet sebatang basi jang mesti ia ketok saban seperempat djam sekali. Karena letaknja masing2 pos ada berbeda dengen roewangan kita, soeara dari ketokan seharoenja mesti berbedah , boekan? Tetapi ini tidak. Pos pertama, kedoea, ketiga dan ke empat benar ketokannja saling soesoel menjoesoel, tetapi soearanja dateng dari satoe tempat. Ketika saja preksa, ternjata 4 wacht boekan berada di pos masing2, hanja mereka dengen bersila asjik "djagoengan karo kontjo dewe". Mampoes atawa tida?
Pada tanggal 31 Desember 1941 sore djam 5 koerang seperempat kita toeroen dari prahoto stadswacht didepan kantor pos Malang di Kajoetangan boeat aplos wacht jang lebi dahoeloe soedah dinas disana. Boeat pendjagaan kantor pos dengen 4 tempat djaga, kita perloe satoe brigade dan doewa sersan si teman pegawai gemeente dan saja sendiri. Sehabis oepatjara pengoveran wacht, saja teroes tempatkan serdadoe2 boeat 4 pos, karena saja haroes dinas dahoeloe. Dari djam 5 sore sampe djam 7 malem, kamoedian diganti oleh kolega saja jang dinas hingga poekoel 9, lantas saja lagi sampe poekoel 11 dan begitoe seteroesnja. Haroes diterangken, selagi dinas djaga tida ada boelh jang tidoer, wachthebbenden (anggota2 dinas djaga) apa lagi sersannja. Teroetama tida jang ditempatkan di pos dengen bersendjata. Pernah kadjadian wacht begitoe ketidoeran di posnja; jang pergokin ia ada satoe opsir KNIL. Kontan ia dihoekoem 14 hari. Selagi berada disana, pikiran kita masing2 berada dalem kalangan pamili sendiri. Kapan dimalem itoe ada pengantian taon baroe dan oemoemnja dirajakan djoega, biarpoen dengen tjara sederhana. Roepanja hal ini jang mendorong overste Fiekensher oentoek malem itoe keliling ke semoea pos dengen bawa roti dan taartjis. Deket djam 12 tengah malem, selagi saja berada dibelakang tjoetji tangan habis makan mangga mendadak saja dengar kolega saja bertereak:..."Aantreden! geeft acht! Presenteer geweeerrrr!", disoesoel oleh soera overste jang membentak "godverdom! Ben jijuou sergeant eerste klas? Weet jij neit dat jij mij met over geweer moet begroeten en niet met presenteer geweer? Waar is de andere sergeant?". Si sersan, sasoedah soeroeh serdadoe2nja jang ada diroewangan berkoempoel dan kemoedian perintah "presenteer geweer", didamprat oleh overste jang tjara apa ini matjamnja sersan klas satoe? Apa ia tida tahoe wacht ini haroes hormat "over geweer" dan tida dengen "presenteer geweer". Kamoedian dia tanja dimana ada sersan jang laen. Saja kaloeara dan Salueer Kommandan kita.
"Hier zijn de koekjes" kata ia pada saja. Sasoedah lagi sekali kita dengen berdiri tegak Salueer dan serdadoe2 pegang senapan dalem posisi "over geweer", sang overste berangkat lagi.
(IV)
Oentoek penerangan pembatja jang belon pernah mendjadi militer, kaoem opsir sampe pangkat kolonel diberi hormat dengen "over geweer", diatasnja, djendral majoer, letnan djendral dan djendral dengen "presenteer geweer". Waktoe itoe belon ada pangkat brigader djendral. Kalaoe sekarang overste (letnan kolonel) dihormatin dengen presenteer geweer sama saja kalaoe kita bahasain seorang patih dengen seboetan kandjeng boepati. Bisa2 jang sersangkoetan merasa dirinja dihina atawa setida-tidanja dipermaenken. Tinggal kolega saja jang sampe esok paginja masih teroes mengomel, katanja tida betoel jang overste damprat ia dengen anak boewahnja. Kita toch boekan militer soenggoeh-soenggoehan, kata ia dengen tida loepa tjangking djoega ia poenjasetahoe berapa banjak goderdom. Saja bilang padanja, menggeroetoe disini tida ada goenanja. Paling baek, nanti sore kalaoe kita poelang. Ia lantas tjari overste dan bilang padanja, di depan orang2 bawahannja, "Godverdom, ben jij nou stapelgek dat jij als onze commandant mij in`t opebaar op m`n dak hebt geweer.................." dan iapoen berterima kasih boeat itoe nasehat jang tak terbajar nilainja, ia ketok2 djidatnja. Koerang adjar apa tida ini Belanda?
Kadjadian ini bikin saja ingat pada apa jang di alamken selagi djadi kommandan dari wacht di V.M.V.O (verbruks wacht van oorlog), goedang dimana ada ditoempoek segala kaperloean militer. VMVO paling tida disoeka oleh kita, karena opsir2 KNIL keloear masoek disana tida dengen berentinja, djoega diwaktoe malem. Hingga saban2 jang berada di pos haroes over geweer pergi dateng. Wacht di VMVO tjoema setengah brigade karena jang djaga hanja dipinroe dedpan. Tetapi disebelahnja si sersan saban doea djam haroes ronda di pekarangan depan bawa satoe serdadoe. Sekiranja djam 2 pagi, selagi saja berada dalem roewangan boeat wacht, saja dengar soeara bentak2 jang tida loepa di tjangking "godverdom"nja sekali. Saja segera keloear, ternjata serdadoe saja jang lagi berada dipos pendjagaan disapoe bersih oleh seorang kapten KNIL, jang toetoerken pada saja bagaimana si serdadoe kasih over geweer nja, ja itoe, tangan kanan pegang senapan seperti orang pegang ia poenja tongkat boeat djalan2 dan tangan kirinja diangkat keatas dan digerakan dengen tjara seperti oemoemnja kalaoe kita lagi kasih "dag......dag" pada anak ketjil. Saja diperentah boeat gembleng ini "proel van een solaat" (serdadoe semproel) tjara bagaimana ia haroes menghormat seorang opsir. Ketika itoe kapten soedah pergi, saja tanja pada serdadoe saja apa jang sebenernja soedah kadjadian. Ia ini. Orangnja beroesia 40 taon lebi, tinggal di djalan Kawi, tjoema terpaoet beberapa roemah sadja dengen roemah dimana itoe kapten ada tinggal. Ini kapten memang ada ia kenal baek, malah sering mertamoe di roemahnja. Kamoedian ia ondjoeken pada saja bagaimana ia soedah samboet kedatengannja ia poenja sobat baek si kapten tadi. Bisa dimengerti jang si opsir keloear tandoeknja. Saja terangken pada serdadoe saja, jang ada seorang jang ramah tamah, dalem kalangan militer soal pangkat jang memang paling diperhatiken. Biarpoen ia anak kita sendiri, kalaoe ia ini lebi tinggi pangkatnja dari kita, jang mendjadi bapakpoen haroes beriken ia kehormatan menoeroet apa jang boekoe "eerbewijzen" kasih beladjar pada kita. Masih oentoeng ia, selagi tangan kirinja dilambai-lambaikan, tida bilang sekali "zoo, ouwe jongen! Leef je nog?" (apa kamoe masih hidoep).
Hamper dekat djam 6 pagi saja ronda dengen satoe serdadoe. Dengen tangannja pegang pager kawat, saja liat satoe sersan major KNIL, jang memang dinas disana, dengen badan bagean atas tjoema pake singlet sadja, lagi memandang ke djalan besar, moengkin pikirannja lagi melajang ke istri dan anak2nja di roemah. Ini sersan major ada seorang Belanda totok; orangnja gemoek pendek. Meliat poendak dan belakangannja jang dempal dan pasak seperti tembok beton. Mendadak saja timboel ingetan boeat tjari tahoe apa dalem toeboehnja, djoega bener2 ada mendekam itoe Nederlandse Leeuw..................(maap ilang toelisannja)............. soedah terpisah 3 meter dari si gemoek, mendadak saja tarik grendel senapan dan bentak : "Wiedaar? Halt, of ik schiet! (siapa itoe? Berenti atawa koe tembak!) dengen angkat kedoea tangannja keatas, si sersan major tjepat balikin badannja dan oendjoekin aer moeka jang keliatan amat poetjat, seraja meratap : "Niet scheiten! Ik ben`t Niet schieten! (djanga tembak! Ini ada saja, djangan tembal !) si Leo ternjata ada satoe "poes"(koetjing) tetapi boleh djadi djoega si sersan major pikir, apa artinja stadswacht? Masih satoe nol besar dalem bidang militer, toeroet sertanja masih seperti "ilok-ilok bawang" djangan2 si stadswachter, saking goblognja, maen brondong sadja senapannja!
----$$$-----
Djaga dibangoenan ada bedanja dengen djaga di pinggir djalanan besar. Ini saja alamken ketika kena dinas di djalan Oro2 Dowo jang hoeboengken Batoe via Betek dengen Malang. Dipos itoe ada ditempatken brigade kawat berdoeri, soepaia siapa sadja haroes lewat pos kita dengen perlahan, agar gampang dikontrol. Tjoema pajon boeat tempat menedoeh tida ada, hingga kalaoe lagi hoedjan gerimis kita tjari perlindoengan dibawah pohon..................(ilang lagi)................. Di itoe sore sekira poekoel 6, saja liat dari djoeroesan Betek ada mendatengin seorang Tionghoa setengah oemoer. Badanja tjoekoep padat dan dari potongan aer moekanja djoega kentara jang ia ini masoek golongan orang berada "masih ada pamornja" kata orang2 toea. Ia ada saoedara misan ajah saja, hingga kepadnja saja haroes panggil `njik.
Orangnja ramah tamah dan "sok nganggap" pada pamili, djoega diwaktoe itoe `njik masih mendjadi mede-eigenaar dari pabrik goela Kebon-Agoeng. Sekarang ia tinggal di Betek di satoe roemah sederhana bila dibanding dengen roemahnja dahoeloe. Ketika liat saja, siapa jang lagi djaga, dengen senjoem lebar ia toeroen dari sepedanja (siapa orangnja jang waktoe itoe masih oto-otoan..maksoednja saja)......"Lho, loe sing djaga disini...? kata sang `njik. Saja samperin ia dengen diikoetin oleh serdadoe jang bawa senapan komplit dengen bajonetnja. Aer moeka saja sengadja bikin keliatan keren dan dengen soeara kedengeran kakoe saja tanja :...."Dari mana....? senjoeman lebar sang `njik mendadak hilang dan diganti oleh tampang moeka jang terang hoedjoeken kesangsiannja dari mana ia poenja kapoenakan bertanja.
Roemah......! djawabnja.
Dari roemah............ dari roemah mana?
Di Betek........
Di Betek,...toean...! saja oelangin djawabannja dengen nada soeara ditekan pada perkataan "toean".
Nama siapa....! landjoet saja tanja.
Tan Tjwan Hoen, ...toean.... djawab `njik jang kira dalem dinas moesti berlakoe begitoe.
Lahir.......!
Saja......, saja lahir di Indonesia, toean....
Ha.....!, mana bisa djadi..? djawab saja dengen nada dibikin lebih keras. Indonesia toch loewas sekali..........! Lahir ditempat mana ?..... masa Indonesia.....!
Di Soerabaia,.... Soerabaia toean, djawab si `njik jang soedah tida tahoe sikap apa jang haroes diambil.
Kamoedian saja datang lebih deket lagi dan hoedjoeken ia aer moeka seperti jang ia biasa liat saja.
....Apa `njiem baek-baek, ....`njik ? dan pamili jang laen gimana ? tanja saja dengen tersenjoem. Boeat beberapa saat saja liat `njik keliatan seperti orang bingoeng. Kamoedian napasnja kadengeran memboeroe dan achirnja dengen soesah seperti lehernja tertjekik, ia bilang:
"Loe........loe..... goewa kira memang mesti begitoe..!
Aja........tjintjia swee......!
Goewa bisa sakit djantoeng,.....loe tahoe...?
Dan dengen goleng-goleng kepala ia endjot sepedanja ke djoeroesan Malang. (TAMAT)
Sunday, December 04, 2005
Soeka-doeka djadi ,,Stadswacht” (I+II)

INDONESIA RAYA
Kwee Thiam Tjing bertjerita
Soeka-doeka djadi ,,Stadswacht"
(I)
Jang keadaan makin lama makin boeroek bisa diliat dari halnja anggota stadswacht diperentah boeat selaloe pake pakean seragam lengkap bila keloear roemah, soepaia segala waktoe bisa berkoempoel ditangsi di Rampal Boenoel. Kalaoe seoempama sirene berboenji karena dikoatirken pesawat terbang Djepang datang, semoea anggota stadswacht, tida perdoeli mereka berada dimana, di kantor, haroes setjepatnja bisa datang di Rampal Boenoel, tjara bagaimana mereka datang, ini ada soal mereka sendiri.
Sesampe ditangsi, tiap serdadoe disoeroeh ambil senapannja, berikoet peloeroenja tentoe dan kamoedian berkoempoel dalem lobang perlindoengan jang memang disediaken disana, boeat djaga2 katanja. Saja pernah tanja kapten Madarasz kita disoeroeh apa sambil doedoek berdjoebelan dalem lobang perlindoengan. Goenanja tida ada, mala satoe kali bom djatoh tepat ditempat kita, tamatlah riwajat kita. Kapten tjoema bisa angkat poendak dan djawab : "Order van Boven", perintah dari atas.
Begitoelah pada soeatoe pagi tjoeatja sedeng bagoes2nja, mendadak sirene berboenji lagi. Apa jang dinamaken stadswacht, boeroe2 dateng ditangsi, ada jang djalan kaki, ada jang naek sepeda, boentjeng sepeda motor, menoepang Auto, apa sadja asal tjepat sampe. Selagi berada ditangsi, mendadak dari djoeroesan selatan ada keliatan mendatengin dengen tjepat sekali satoe pesawat terbang, dibelakangnja diikoetin oleh laen pesawat. Dari djarak djaoeh ada satoe pesawat terbang jang besar lagi mendatengin.
Liat sersan kata kapten Madarasz pada saja, ini ada vilegende fort kita, benteng terbang jang lagi bikin latihan. Selagi kita semoea mendongak boeat saksiken apa jang dikira latihan itoe, mendadak pesawat terbang jang berada didepan meloentjoer kebawah, kamoedian dengen badan terbalik naek kombali keatas membelakangin pesawat jang tadinja berada di belakangnja.
Keliatan serentetan asap, pesawat didepannja dengen berpoeteran djatoh kebawah dan beroepa goeloengan asap hitam. Ia djatoh kebakar. Benteng terbang itoe sendiri soedah berada diatas lapangan terbang militer di Singosari. Tegas sekali bisa diliat bom jang dilemparken kebawah, sesaat kamoedian soeara goemoeroeh kedengeran dan berbarengan mengeletarnja boemi keliatan moelai moentjoel asap poetih jang meroepaken pajoeng raksasa, mendjoelang keatas, makin lama makin besar.
Ini soedah boekan latihan lagi, kata saja pada kapten Madarasz jang aer moekanja keliatan poetjat sekali. Ia manggoet dan perintahkan semoea bajonet dari senapan Lee Enfield, jang biasanja haroes mengkilap, digosok-gosok sama tanah soepaia tida bergoemilap diliat dari atas. Mala kapten sendiri balikin ia poenja tiga bintang perak kedalem kraag dan perintah semoea sersan jang pake streep sersan dibikin dari tembaga jang dipasang di kraag soepaia semoea dibalikin djoega. Perintah ini sebenernja dilahirken oleh rasa takoet jang tida terkira waktoe ternjata pesawat terbang Nippon boekan sadja bisa nerobos masoek sampe diatas Malang, mala menjerang djatoh pesawat terbang kita dan bom lapangan terbang sekali.
Berhoeboeng dengen terdjadinja "latihan" terseboet, selandjoetnja semoea anggota stadswacht haroes bersedia lebih komplit. Serdadoenja pake "leerwerk" dan bawa gasmasker dan helm. Kalaoe senapannja tetep berada delem tangsi, sedang gerombolan sersan haroes teroes bawa pistol parabelloem jang "kantongnja" terbikin dari kajoe dan bisa digoenaken sebage gagang waktoe hendak lepaskan tembakan, klewang, gasmasker, helm dan petji. Tjoema katinggalan meriem sadja jang tida toeroet di gotong.
Kalaoe diwaktoe senggang saja mampir di Ang Hien Hoo, sebelonnja bisa toesoek bola, lebi dahoeloe segala arsenal haroes ditoeroenkan, jang boeat permoelaan timboelken sedikit soesah jalah si Klewang. Karena tida biasa, saban2 si Klewang keserimpet di selangkangan atawa hadjar poelang pergi toelang kaki dibawah loetoet selagi kita djalan.
Pada satoe waktoe, dengen beberapa teman kita tjari sedikit hiboeran di bioscoop di depan klenteng. Bangga djoega rasanja kita selagi kiri kanan balesin saluuer orang2 sebawahan jang kebetoelan djoega liat atawa lewat. Sesampenja dikerosi boeat kita saja dapet kenjataan ada soekar oentoek doedoek karena si Klewang tadi, kalaoe doedoek, koelit jang dilengketkan pada saboek kita koerang pandjang hingga jang dioedjoeng didjoebin, si Klewang bikin kita doedoek tida, berdiri poen tida. Djalan satoe-satoenja jalah boeka klewang itoe dan taroh dibawah kerosi. Tetapi apa maoe, ketika pertoendjoekan berachir dan kita semoea pada poelang, si Klewang ketinggalan zonder dirasa.
Karena belon biasa sih.....!
Oentoeng di esok paginja pegawai Emma bioscoop antar Klewang ke roemah saja, sebab ia taoe si sersan masoeknja pake Klewang, kenapa keloearnja goendoel! Selain itoe haroes selaloe bersedia, sekarang stadswacht djoega diwadjibken dinas djaga. Tetapi boekan djaga "kampoengnja sendiri" seperti jang dibilang berkali-kali waktoe zaman diadaken propaganda soepaia orang soeka masoek mendjadi anggota stadswacht. Sedari saja berada di Malang dan laporken diri di stadswacht, oleh overste Fickensher saja ditempatkan di iste kompi, iste brigade. Tiap kompi poenja 9 brigade dan saban brigade poenja 12 serdadoe dengen 2 sersan.
(II)
Sama sekali stadswacht Malang poenja 9 kompi. Belon terhitoeng kompi kendaraan bermotor. Diatas kita semoea ada kapten dengen dibantoe beberapa letnan. Kalaoe overste ada kommandan dari seloeroeh stadswacht. Diatas soedah saja bilang, stadswacht sekarang djoega dikenakan dinas djaga, moelai djam 5 sore hingga djam 5 sore esok harinja. Does dinas 24 djam, "rino lan wengi", siang dan malem.
Wacht pertama diberiken pada saja jalah djaga instalasi Socony tida seberapa besar, di pinggir djalan oemoem, tetapi ditempatkan dibagean jang tanahnja lebi rendah.
Itoe waktoe hoedjan soedah moelai toeroen. Dan hoedjan di Malang, kalaoe sedeng gerimis moelai pagi teroes sampe sore semaleman soentoek kembali pagi. Wacht saja terdiri dari setengah brigade jang diambil djoega dari beberapa brigade laen. Pada perlengkapan pakean seragam kita djoega diberikoetken djas oedjan jang bagoes sekali dengen disertain kantjing depan, kantjing kantong, kantjing poendak semoea gambar Nederland Leeuw jang timboel.
Ini simbol Leo memang tida boleh katinggalan sebab meroepakan simbol dari Nederlandsemoed, beleid en trouw! Simbol dari Belanda poenja ketabahan hati, pimpinan dan kesetiaan! Kantor Socony tida poenja penerangan listrik, sehingga mesti goenakan kekoeatan ACCU oentoek dapet penerangan ketjil, perloe boeat diwaktoe malem bisa bikin tjatetan dalem boekoe jang haroes dioendjoeken pada opsier jang lagi piket. Aer ledeng tida ada, begitoe djoega W.C dan toilet. Hingga kalaoe kalaoe perloe ketempat begitoe, kita haroes sebrangin djalanan oentoek pergi keroemah sekolah boeat pindjam W.C-nja. Diantara serdadoe jang ikoet djaga terdapet djoega serdadoe dari brigade ke 5 dan ia ada Kwee Hway Tjin..................... jang pernah masih oom saja.
Tadinja ia pikir kalaoe terhadep orang jang masih pernah `njik pada saja, pasti saja bisa dikasih kelonggaran. Oempama tida oesah dinas djaga, boeleh melek merem di kerosi, sebab kasian toch? Tetapi terhadep `njik poenja doegaan meleset sama sekali. Dasar dari kewibawaan jang dipatoehi oleh mereka boeat siapa satoe waktoe mendjadi pihak "atasan" jalah perasaan adil. Mala ketika dateng waktoenja boeat si `njik haroes panggoel senapan di posnja. Ia saja panggil kendati itoe waktoe hoedjan gerimis.
Kita semoea pake djas hoedjan kita. Bermoela ia tjoba lolos dengen alesan lagi gerimis. Djangan seantara masih hoedjan aer, biarpoen hoedjan peloeroe, dinas tetep dinas. Geef acht! Voorwarts march!
Dan begitoe saja antar `njik ke posnja jang berada dipekarangan zonder ada pajon apa2 Wacht Socony ada jang paling tjilaka. Satoe djam kamoedian saja aploes ia dan tempatkan laen sardadoe jang gilirannja. Kalaoe malem antara djam 6 sore ampe djam 6 pagi, wacht diganti tiap djam, kalaoe siang saban 2 djam. Penggantian wacht haroes selaloe dilakoeken dibawah penilaian sersan, karena serdadoe jang bersendjata dan lagi dinas tida boleh djalan sendirian.
Karena masih boeat pertama kalinja, pengiriman makanan datang agak terlambat, sekitar djam 7. hoedjan gerimis masih tetep toeroen; hawa dirasakan dingin. COVIM datang dan mereka toeroenken barang makanan boeat kita. Dan selagi betjanda dan bergoeraoe dengen itoe brigade special, jang keliatan lebih manis dan menarik, lebih segar djoesteroe karena adanja itoe hoedjan, rasa badan kok lebih hangat, kendati masih toenggoe soegoehan teh dan kopi atawa soesoe panas, santapan pagi dan makan siang datangnja pertjis pada waktoenja. Ini sifat jang baek dari Hollandse stiptheid.
Djam 5 sore kita diganti oleh laen Wacht dan kita poelang tangsi, sesoedah lapor pada opsir jang bersangkoetan, mereka jang tadinja kena dinas djaga boeleh poelang keroemah masing2, sesampe di roemah saja boeka sepatoe saja, sesoedah kaos ditjopot, ternjata kedoea kaki saja seperti melepoeh dan poetih mirip sama gorengan keroepoek teroeng jang kena aer. Habis rino lan wengi kerendem aer dan loempoer.
Sesoedah istirahat satoe hari, djam 5 sore kita haroes apel lagi ditangsi. Kalaoe tida ada kowadjiban lain, kita boleh poelang. Lain kalinja saja kena djaga di instalasi B.P.M, djoega di Kotalama, tida djaoeh dari instalasi Socony. Kali ini wacht dengen satoe brigade penoeh 12 orang 2 sersan.
Kolega saja ada seorang Belanda totok, bekerdja sebage pegawai di gemeente Malang. Kita bergantian tilik aploes dan pos pendjagaan, kali ini di 4 tempat, karena tempat jang di djaga poen ada lebih besar. Penggatian pos pendjagaan tentoe sadja setjara militer. Kalaoe soedah waktoenja saja berangkat, dengan bawa 4 serdadoe; sesampe di pos pertama serdadoe jang baroe di tinggalken di pos, jang lama ikoet. Tetapi pengoperan tjara militer bener2, pake saling presenter geweer, penoekaran wacht woord dan sebagenja.
Di B.P.M pos pertama ada dideket roeangan jang kita boelh pake; pos ke 2 dibagian tengah; pos ke 3 deket tembok belakang dari pabrik rokok Faroka dan jang ke 4 dipinggir pagar kawat jang hadepin sawah.
Wednesday, November 30, 2005
Digelintir-lintir, ketjepot.............

INDONESIA RAYA
Kwee Thiam Tjing bertjerita
Digelintiri-digentiri, ketjepoot.......
(I)
Digelintiri-digelinteri ketjepoot dogoreng minjak; dipikir-pikir soedah loepoet apa maoe dikata. Selewatnja 8 Desember 1941 sesoedah Hindia Belanda njatakan dirinja dalem keadaan perang dengen Djepang soeasana mendjadi makin boeroek dan katjaoe.
Overste Fickensher berenti sebage komandan diganti oleh overste van Steyn van Hensbroeck. Stadswacht seloeroehnja diwadjibken tinggal dalem tangsi; tida perdoeli pekerdjaan apa jang mereka lakoeken diloear. Tentoe sadja ini kemestian tida mentjakoep orang2 jang benar2 tida bisa tinggalkan djabatan atawa pekerdjaannja.
Saja pernah oetarakan pada kapten Madarasz boeat angkat satoe badan oentoek oeroes mereka jang mendjadi anggota stadswacht dalem soal kaoewangan boeat ongkos hidoep roemah tangganja. Saja tida bitjara boeat mereka jang soedah poenja penghasilan tetap sebage pegawai, baik dari pemerintah maoepoen swasta atawa poenja pekerdjaan sendiri. Tetapi mereka jang roemah tangganja tergantoeng dari djerih pajahnja tiap hari, karena haroes dapet sokongan dari stadswacht.
Saja sendiri tida harap dan djoega belon pernah terima barang satoe sen. Tangsi kita di Rampal Boenoel dikosongin dan kita pindah ke tangsi jang tadinja di pake oleh bataljon 10 di Rampal Wetan, di belakang lapangan loewas oentoek baris dan sebagenja. Dahoeloe lapangan itoe di goenakan boeat adakan perlombaan koeda.
Karena perintah boeat tinggal di tangsi datangnja mendadak banjak djoega jang terlambat diantaranja terhitoeng saja sendiri jang terima warta itoe dari teman2 selagi saja ada di Singosari boeat oeroesan pribadi.
Ketika saja lapor di tangsi soedah poekoel 6 sore, saja doedoek ditempat saja, jaitoe satoe roewangan jang dibagi delem kotak2 seperti istal koeda. Tiap kotak satoe orang, dinding pemisah tida naek sampe di atas dan pintoe depanpoen tjoema beroepa "pintoe djeblakan" jang tingginja koerang sedikit dari tinggi biasa dari kita itoe roewangan memang disediaken boeat golongan sersan.
Serdadoe ditempetkan diroewanga laen, dibelakang roewangan kita. Mereka haroes tinggal dalem satoe roewangan; tempat tidoernja beroepa persegi empat dari kajoe djati, tjoekoep lebar boeat 4 orang dengen disaban podjok ada tiang besi jang digandeng satoe pada laen boeat tjantelan kelamboe djadi satoe kelompok.
Sasoedah saja taroh tas saja terisi tjelana dalem, singlet, pijama dan sepasang sandal diatas medja ketjil jang ada latjinja, saja dapet kenjataan jang vedbed saja robek dibagean tengahnja hingga djika saja londjorkan badan saja bokong saja via itoe bagian jang robek, menjentoek djoebin. Djalan satoe2nja jalah toetoep lobang itoe dengen kelamboe.
Saja pergi keroewangan boeat serdadoe dan pasang omong dengen mereka, teroetama jang dari bridage saja. Mereka ini toetoerken memang ia orang jang tadinja di wadjibken bikin bersih roewangan golongan sersan. Merekapoen soedah tjoba dapetken laen veldbed ketika ternjata jang saja poenja berlobang dibagian tengahnja. Tetapi tida berhasil karena semoea veldbed soedah dibagi pada jang dateng lebi dahoeloe. Tjoema esok katanja saja bisa dapet veldbed baroe dari goedang.
Saja kasih tahoe pada mereka boeat djaga baek2 sadja dalem tjara hidoep baroe ini. Ada lah boeat pertama kali ia orang tinggal dalem tangsi seperti djoega boeat saja sendiri. Saja harap mereka djoendjoeng tinggi tata tertib seperti orang militer jang baik. Bila ada terdjadi apa sadja. Beritahoe pada saja dan sekali2 djangan ambil tindakan sendiri, agar kita tida dikatakan tida tahoe disiplin.
Kamoedian saja liat tempat mana jang masih kosong, karena kelamboenja hendak saja ambil boeat toetoep bagean jang robek itoe. Achirnjna saja bisa koempoelin 3 kelamboe dan bawa itoe kekamar saja. Sesoedah saja pake pijama dan rebahkan diri di veldbed jang robeknja soedah ditoetoep dengen kelamboe itoe, rasanja boleh djoega. Malah bagean toeboeh jang digandjel oleh toempoekan kelamboe dirasakan seperti tidoer diatas kasoer sadja.
Karena tjapai saja soedah moelai lijaap-lijep dan selagi pikir enak djoega tinggal di tangsi, mendadak saja rasakan gigitan pedas dan sakit di beberapa tempat dengen berbarengan. Tjilaka, ini kelamboe ternjjata mendjadi sarangnja bangsat alias tinggi. Boeroe2 saja bangoen dan bawa itoe kelamboe sial keloear.
Selagi lewat di gang, dari pintoe djeblakanitoe saja liat ada tidoer di veldbed sersan dari brigade 5 kompi 3, seorang Belanda indo. Itoe malem hawa dirasakan dingin; soedah kadang2 hoedjan gerimis ketambahan diroewangan kita memang gampang angin masoek keloear, saja datang pada sersan itoe jang terbangoen dari tidoernja.
Hei......, Jansen, hawa betoel2 dingin. Saja kebetoelan ada kelamboe jang biasa digoenaken sebage selimoet, kata saja.
Dan zonder toenggoe sampe ia bangoen berdiri, saja toetoepin toeboehnja jang melondjoer di veldbed dengen 3 kelamboe sarang bangsat dengen begitoe rapi. Kamoedian ia beroetjap....O, dank je ! Dankje wel...! wat ben jij goed voor mij..! kata si Jansen jang berterimakasih boeat kebaekan saja terhadep dirinja. Sasoedah keredongin saja balik kekamar saja sembari tjari djalan bagaimana saja bisa tidoer. Belon ada setengah djam lewat, atawa mendadak pintoe djeblakan saja terboeka karena menerobosnja si sersan jang tadinja saja selimoetin.
....Godverdom....! Hier heb jij jevervloekte kelamboe terug. Zezeiten vol luizen...! kata sisersan sembari lempar 3 kelamboenja kedjoeroesan saja. Ja, apa maoe dikata ? memang begitoe oemoemnja doenia jang tida langgeng, tetep dan mantep ini. Kali ini dipoedji, sesaat kamoedian di tjatji! Achirnja saja bawa itoe 3 kelamboe sial balik keroewangannja asal dan lempar ia kesatoe podjokan. Sedang saja sendiri tidoer diatas papan dari randjang jang masih kosong diroewangan boeat serdadoe, zonder kelamboe tetapi djoega zonder tinggi. Di esok harinja benar anak boewah saja angkoet veldbed baroe jang mereka minta dari magasen.
Dengen tinggal kita ditangsi lahir lagi doea matjam koeadjiban baroe, ja itoe diwaktoe malem haroes ada zaal wacht dan galerij wacht, pendjagaan diroewangan tidoer dan di djalan2 jang kiterin roewangan2 itoe. Ronda haroes dilakoeken dengen voltenue, pake senapan segala.
Sersan jang bersangkoetan di wadjibken oeroes serdadoe mana jang dapet gilirannja.
Boeat bagian saja , kadang2 ternjata serdadoe jang kena ronda begitoe boekan serdadoe jang namanja diseboet dalem boekoe boeat ronda, tetapi diganti oleh laen orang. Saja tanja apa sebabnja. Ternjata antara mereka sendiri ditjiptakan sjstem djoeal-beli. Andai si A jang kena wacht, tetapi ia lagi tjapai atawa malas, ia tjari kawan jang maoe ganti ia boeat lakoeken dinas ronda itoe.
Dan boeat kesedian ambil alih koeadjiban ini, sipengganti dikasih penggantian beroepa oewang. Dan oemoemnja mereka jang soeka bekerdja extra begitoe memang boetoeh oewang oentoek ongkos hidoep roemah tangganja. Makloem ia orang kebanjakan terdiri dari orang2 jang lakoeken pekerdjaan merdeka, hingga orang2 diroemah jang mendjadi tanggoengannja tergantoeng pada djerih pajahnja tiap hari.
Oewang sokongan jang diberikan oleh stadswacht seperti jang tadinja dikemoekakan pada kapten Madarasz, tentoe sadja tida bisa tjoekoep besar boeat seloeroeh keboetoehan roemah tangga masing2. djadi tiap sen tambahan tjara halal begitoe seh welkom, niet waar? Seperti perkataan saja jang penghabisan dalem debat dengen seorang letnan jang tadinja keberatan boeat antepin itoe sjsteam maen oper dinas ronda, sebab koeatir mendjadi keboeroekan besar.
(II)
Pada soeatoe malem sehabis dari kantin tangsi dan lagi hendak tidoer, saja dengar soeara2 riboet diroewangan oentoek serdadoe. Saja dengen beberapa sersan lari boeroe2 dateng. Ternjata 4 serdadoe dari brigade saja, tiga orang Indonesia dan seorang Tionghoa, lagi bertengkar moeloet dengen 4 serdadoe Belanda dari brigade 5 kompi 3.
Merka itoe tadinja hendak paksa serdadoe saja boeat pindah ketempat mereka di brigade 5, karena djoesteroe disebelah tempat tidoer bagian brigade 1 ada 2 serdadoe Belanda, kontjonja. Djadi mereka dengen enak sadja main oesir orang agar tempatnja boeat tidoer bisa dioper. Dan dengen begitoe mereka bisa enak mengobrol, heel gezellig, zoo onder onsjes.
Koerang adjar apa tida? Karena ini hal mengenaken brigade saja, zonder tempo lagi saja damprat itoe empat serdadoe Belanda totok atawa setengah totok, kentara dari warna ramboet dan koelit. Bermoela ia orang hendak membantah, karena pikir si sersan tjina bisa berboeat apa terhadep mereka? Malah salah satoe dari mereka ada poeteranja satoe groot majoor, seperti jang satoe sersan indo bisikin saja. Djoesteroe karena bisikan ini, godverdom saja tambah litjin keloearnja dari moeloet. Saja bilang dengen soeara keras, tida pedoeli ia poeteranja masih groot majoor sadja, anaknja seorang opsir, ia haroes lebi doeloe tahoe jang di roewangan ini ada satoe serdadoe zonder meer, jang haroes indahken tata-tertib seperti kita semoea. Djangan lagi poeteranja masih satoe groot majoor sadja, biarpoen ia ada anaknja letnan djendral Ter Poor ten dan mendjadi serdadoe stadswacht diroewangan ini djangan lantas mimpi boleh berboeat segala apa jang ia soeka.
Karena mereka roepanja masih penasaran, djadi saja bentak ia orang "Bek houden.......!" Terug naar jullie kompie, Ingeruk marsch......!". Itoe 4 pemoeda toeroet perintah sesoedah pengatjaoe2 balik ke brigade, saja terangkan pada 4 serdadoe saja (dengen maksoed boeat di dengar djoega oleh jang laen) sikap mereka betoel. Djangan idzinkan diri kita gampang digertak oleh siapapoen djoega. Baik Indonesia, Tionghoa atawa Belanda diroewangan ini kita semoea ada sama serdadoe stadswacht dengen satoe matjam pakean seragam, satoe matjam koeadjiban.
Kalaoe boleh toeroetin hati, saja akan bilang pada mereka: "Wis ambleken wae sing koedoe wani koerang adjar...!"....... "tetapi sikap begini ada keliroe boeat satoe sersan, boekan?
-----$$$-------
Makanan boeat stadswacht ada dioeroes oleh KNIL poenja bagean dapoer dan haroes diakoein makanannja tida mengetjewakan. Ada rawon komplit pake taoge dan sambal, keroepoek oedang, nasi ikan, telor, soep, gorengan ikan, goelai kambing dan sebagenja. Pendek, tida kalah dengen makanan jang biasa disediakan di roemah tiap hari. Tetapi kendati begitoe, toch pikiran kita stadswacht jang boekan masoek golongan Belanda, makin lama makin gelisah dan tidak tetep. Jang kekatjaoean tambah mendjalar, ini bisa diliat dimana-mana.
Tetapi jang paling mendjadi pikiran kita jalah baik opsir, maoepoen sersan dan serdadoe stadswacht jang masoek golongan Belanda totok atawa Indo, makin koerang djoemlahnja. Mereka sedikit demi sedikit meloengsoengi djadi preman, atawa sama sekali tida keliatan lagi, baik sebage preman atawa sebage stadswachter. Ini hal timboelken perasaan seakan-akan kita, jang boekan Belanda jang nanti diwadjibken terima seroedoekan pertama dari serdadoe Djepang andai kata barisan Dai Nippon berani masoek sampe dikota Malang.
Dan nanti kalaoe soedah datang waktoenja, pasoekan Belanda sendiri jang sekarang invisible (tida keliatan) akan mendadak moentjoel sebage kekoeatan jang invesible (jang tak terkalahkan) dan hantam si Djepang sampe ia ini boeroe2 lari ke kapal oentoek poelang ke negerinja. Dan begitoe lah ini tjerita tentang perang lawan Djepang bisa diachiri, djika tjerita itoe dimoeat dalem boekoe dongengan moeder de gans. Tetapi dalem hal jang sesoenggoehnja tepatnja beda djaoeh sekali.
Pada soeatoe sore mendadak tangsi kita kebandjiran................ stadswacht dari Madioen dan beberapa pasoekan serdadoe Inggris, djoega dari sana. Jang mengherankan dari tetamoe golongan stadswacht itoe, jalah mereka semoea terdiri dari sersan sadja, tida ada serdadoe nja dan semoea masoek golongan Belanda sedikit totok banjak Indo.
Kata kawan2 itoe keadaan diloearan soedah katjaoe sekali stadswacht Kediri dimadjoeken ditengah djalan ke Madioen soedah dibasmi habis oleh pasoekan Nippon. Bagaimana stadswacht Kediri bisa dibrondong habis oleh pasoekan Nippon dalem perdjalanan ke Madioen? Kapan stadswacht Kediri toch boeat kota Kediri sadja boekan? Selagi kita mengobrol di kantin tentang keadaan perang, satoe kapten tjoba hiboerken kita dengen bilang, sekarang kita boleh bergirang karena datangnja bala bantoean beroepa pasoekan Inggris. Roepanja itoe kapten anggep kita dari stadswacht ini beroepa sekompoelan anak2 jang tolol dan goblok.
Saking panasnja hati saja bilang pada itoe kapten, oemoemnja pasoekan bantoean itoe datangnja toch dengen vliegnde vaandels en slaande trom (dengen bendera berkibar dan tamboer berboenji) tetpi tida datang seperti keadaan lari terbirit-birit hingga kehilangan matjam barang ditengah perdjalanan.
Roepanja itoe kapten anggep perkataan saja ini ada begitoe njata hoendjoeken kegoblokan saja jang dibesarkan dengen sarapan sego wadang iwak tempe sadja, hingga tak berharga boeat di djawab. Malah sekalipoen orangnja (dalem hal ini saja) dianggep seperti angin meloeloe, boektinja ia berbangkit dari kerosinja dan ngelojor pergi zonder oetjapken barang satoe patah, zonder berpaling barang satoe kali.
Paarlen voor de zwijnen...! moengkin begitoe pikirnja si kapten jang anggep pertjoema berbitjara dengen orang2 jang toch tida akan mengerti hogere krijgskunde, pengetahoean lebih tinggi tentang ilmoe peperangan, hingga sama sadja ia lempar moetiara di depan sekoempoelan babi hoetan.
Dengen serdadoe2 Inggris itoe tjepat djoega kita bergaoel dengen baik, kendati soal bahasa masih mendjadi rintangan jang amat besar sekali. Ah .. ja manoesia dalem dasarnja memang sama. Ada jang oendjoeken saja potret dari istrinja, diambil dipekarangan belakang dari roemahnja sembari gendong poeterinja jang ketjil sementara poeteranja pegang tangan iboenja. Sajang pertjakapan kita benar sama lantjarnja tetapi sama2 soesah saling mengerti apa jang dimaksoedkan.
Kawan Inggris oetjapken bahasa Inggrisnja dengen logat Inggris toelen, sedang Inggris saja ada Inggris tekoekan lidah Belanda. Ia minta saja kasih ia beladjar perkataan2 Indonesia jang digoenaken tiap hari. Tentoe sadja saja bersedia dengen segala senang hati. begitoe lah ia dengen radjin tjatat dalem boekoe notisnja; Do jou want bogem mentah? Oentoek gantinja ham dan eeg. Bangsat, Badjingan, sterogantol, semproel dan sebagenja kalaoe bertemoe kenalan baroe atawa lama. Oempama Hello Bangsat, and how are jou setrogantol? Semoea poenja arti manis seperti Hello my dear best friend..!
(III)
Sementara itoe dinas stadswacht djalan teroes seperti biasa, kendati sekarang berobah soesoenannja sebab banjak tempat jang tadinja diisi oleh Belanda, sekarang diganti oleh jang boekan Belanda. Jang Belanda kemana.....................? kapan soedah diterangken, moengkin mereka itoe sekarang tergaboeng dalem barisan jang masih invesible...!
Nanti toenggoe datengnja saat jang tepat, baroe akan moentjoel dan teroes melankring diatas poendak dan belakangnja moesoeh jang berani tantjapken kaki di boemi ini.
Ingin tahoe, ia akan tekoek loetoet atawa tida....! Siapa.......? Ja, pembatja mana saja bisa tahoe dari sekarang, kapan peperangan masih belon berachir. Kolega saja, si sersan Belanda poen soedah tida keliatan lagi. Saja dan tentoe sadja doega sersan2 jang laen, kena dinas lebi berat. Begitoe sering saja kena wacht, hingga achirnja saja batoek2 sampe tida ada soeara lagi. Hingga waktoe wacht di BPM saja goenaken ploeitan boeat beriken aba2 seperti jang bisa disaksiken oleh, djika mereka ada jang kebetoelan batja toelisan ini dan masih "present" disini. Karena oentoek pantaran memanf soedah banjak jang diboenjikan "the last post".
Makloem oesia kita tambah hari tambah banjak, boekan koerang. Eman Ong Goean Tjong...! Dokter Liem Khik Djiang jang djadi dokter stadswacht dengen pangkat letnan satoe, beriken saja obat jang dirasakan seperti adas poelosari, obat baji kata saja padanja. Batoek saja baroe semboeh betoel sesoedah stadswacht boebar dan saja berobat pada sinse toea jang tinggal di gang djangkrik di Djagalan, Malang.
Hoedjan dan gerimis toeroen saling ganti berganti seolah-olah langit poen djadi sedih liat keadaan kita makin katjaoe. Labih lagi angin bisa menioep kentjang sekali ditangsi kita, hingga tida heran djika banjak djoega djoemlah kawan2 di stadswacht jang djatoh sakit. Oempama doea serdadoe dari kompi saja badannja dirasakan amat panas, hingga saja minta permisi pada opsir jang dinas djaga boeat angkoet mereka ke roemah sakit militer di Tjelaket. Tetapi permintaan ini di tolak dengen si letnan enak sadja bilang : "Och, dat zal wel los lopen!"
Mendengar ini, koeping saja dirasa seperti "pnng-pnngan" kalaoe serdadoe Belanda, tjoema mengadoeh sakit kepala sadja, dengen moedah bisa minta dibawa ke roemah sakit militer dengen mobil amboelan, kenapa serdadoe saja, jang badannja dirasa seperti benar2 terbakar, sakitnja dianggap seperti hal jang akan mendjadi baik sendiri?
Saja teroes ke kapten Madarasz jang sesoedahnja datang sendiri liat keadaan si sakit, idzinkan saja ke Hospital dengen bawa doea serdadoe lain sebage pembantoe boeat boeat angkat itoe doea kawan dengen Aoto Amboelan. Sasoedah mana saja boleh tjari roemahnja mereka janf katanja ada di gang dibelakang bioscoop "Centroem" di Meoebelmakerstraat boeat kasih tahoe kaloearganja, boeat dateng sadja ke Tjelaket djika esoknja hendak sambang soeaminja.
Salah satoe dari doea serdadoe itoe jang ikoet pergi ada Soedjamoedji, serdadoe dari brigade saja dan djadi kawan baik sekali :
"Ndih bijen akoe iki ngimpi opo..., rek, nganti meleboeh stadswacht", mengeloeh Soedjamoedji, sembari toetoep lebi rapat, djas hoedjannja karena gerimis lagi. Keloehan sematjam itoe sebenernja tjoema leloetjon sadja. Oemoemnja anggepan tentang koeadjiban diantara kita boleh dibilang tjoekoep tinggi.
Menoeroet penilaian saja soedah bagoes banjak diantara kita jang masih tetep lakoeken koeadjiban sampe disaat penghabisan kendati adanja itoe rasa mendongkol sebab terlaloe sering dianak-tirikan dan perasaan seperti diri "kena didjoeal".
Keadaan kota Malang tentoe sadja gelap karena adanja oendang2 verduistering, penggelapan; djalanan digang sempit dan litjin, hingga saja sendirihampir menggeloendoeng dalem selokan. Achirnja ketemoe djoega roemahnja dan sesoedah kasih keterangan jang diperloeken dan nasehatkan boeat djangan koeatir keadaan soeaminja, kita berangkat poelang lagi.
Sekarang pangkatnja Pak Soedjanoedji paling rendah ada kolonel TNI kalaoe tida lebih tinggi serta merangkap direktur dari pabrik tenoen jang besar di Soerabaia. Ketika taon kepoengkoer ke Soerabaia lagi sesoedah 10 taon keloear Indonesia, saja datang tengok ke roemahnja jang seperti "Soergo Mengo" doea kali saja ingin ketemoe, tjoema boeat ketemoe poela wadjahnja dan tanja kewarasannja dan doea kali gagal. Sampe achirnja saja berasa maloe sendiri, seperti orang jang tida bisa "nggrajangi djitok", tida tahoe tempatnja.
Saja si toea bangka ini apa dan siapa adanja Pak Soedjanoedji sekarang. Tetapi biarlah dalem kenangan ia msih soeka tetap mendjadi kawan saja jang paling baik. Moengkin ia itoe waktoe ada terlaloe siboek. Dan benar, ketika datang ke Djakarta, Soedjanoedji perloe datang keroemah saja boeat soembang. Persaoedaraan sedjati memang tida akan loentoer.
---$$$-----
Kombali saja kena wacht dan sekarang di Betek lagi. Didepan roemah-sakit. Dekat hampir pagi , kita dikasih taoe via sirkoeler, katanja pamarentah Hindia Belanda soedah menjerah kalah pada angkatan Nippon. Kita jang berada di pos pendjagaan haroes berdaja tjari kaen poetih oentoek diboeat bendera dan dipake di topi di oedjoeng senapan kita jang moeloetnja haroes ditoedjoeken ke tanah.
Kaget kita tentoe sadja boekan maen. Kendati soedah mendjadi resia oemoem jang pasoekan Hindia Belanda tida akan bisa lawan kekoeatan Dai Nippon, toch dimana tadinja ada medan perangnja, hingga sekarang mendadak soedah menjerah kalah? Dalem boekoe saja "INDONESIA dalem API dan BARA" jang diterbitken di Malang direct sehabis "pollitionele actie" pertama dan pasoekan Belanda doedoeki Malang, saja oempamakan pasoekan Hindia Belanda sebage petindjoe jang toenggoe giliran dalem ring. Djago pertama (AS) jang disodorken koeat, satoe kali dipoekoel, (dengen tjara nakal atawa tida nakal) lantas djatoh pingsan (pearl Harbour), djago kedoea (Inggris) jang dianggap soedah tjari tandingannja dibagian sini dari doenia, dengen tjara berdjibakoe, doea kapal perangnja amblas kedasar laoetan (Inggris di Singapore) dan sekarang datang giliran kita oentoek bertempoer. Tentoe sadja tida ada pilihan lain; kedoea tindjoe kita boekan`nja ditoendjoeken kedepan boeat tondjok moekanja si penjerang, tetapi di atjoengken keatas. Alias angkat tangan....!
Tetapi toch..... toch datangnja begitoe mendadak...! Kita tahoe, achirnja semoea mesti mati. Tetapi kematian dirasakan lain djika sebeloemnja soedah dilakoeken segala pertjobaan boeat reboet djiwa si sakit, djika para dokter soedah soentik sini dan belek sana. Tetapi achirnja djika toch tida ketoeloengan, kita haroes toendoek pada kemaoeannja sang takdir. Tetapi ini tidak.....! Keliatannja masih tjoekoep seger boeat lakoeken perlawanan, mendadak djatoh keringkel di tanah seperti orang kena serang sakit djantoeng.
Saja naek keatas roemah sakit jang memang berada diatas boekit ketjil dan ketemoe dokter Kwee Bie Boen. Maksoenja hendak minta kaen poetih. Dan dihadepannja, sembari pandang pakean seragam saja jang saja pake lebih koerang doea taon lamanja, achirnja saja menangis tersedoe-sedoe seperti anak ketjil. Saking terharoenja liat nasib kehormatan oeniforem stadswacht, jang itoe sekean taon kita beladjar tjintaken dan hargaken. Kendati masoek kita dalem stadswacht tida pernah pake oepatjara soempah setia dan sebagenja.
Saja lega waktoe dikasih tahoe, kaen poetih tida ada sedia. Does sampe kita diganti oleh laen wacht pada djam 5 sore, tida ada satoe dari wacht saja poelang ke tangsi sebabe "Hauwiam" dengen kepala diikat sama setjarik kaen poetih sebage poetera jang berkaboeng selagi djalan dibelakang peti djenasah orang toeanja jang hendak di koeboer.
(TAMAT)
Friday, November 25, 2005
Gila Belanda (TAMAT)
INDONESIA RAYA
Kwee Thiam Tjing bertjerita
Gila Belanda
Ja, itoe kalimat betoel, pembatja! Tida2 jangan dibalik, karena itoe boekan maksoed saja. Djika pembatja doega bahwa kebalikan kalimat terseboet, jang dimaksoed oleh saja, sama sadja seperti doegaan soerat2 kabar Belanda di Soerabaia di taon2 1924/1925. saja tida bisa toelis barang satoe baris atawa bitjara sedikit sadja jang menjinggoeng pamarentah Hindia Belanda atawa golongan Belanda, karena mereka akan berdjingkrak dan toeding saja sebage pentjipta dari "haat zaal artikelen" toelisan2 jang kobarkan perasaan bentji-membentji. Padahal sebenernja saja ini mendjoendjoeng Kandjeng Goebernemen dan meloeloe tersoeroeng oleh rasa tjinta saja ingin hoendjoeken kesalahan2nja, teroetama dalem hal menbagi-bagi rakjatnja dalem golongan Nederlanders en niet Nederlander alias Inlanders.
Kapan djoega dalem kitab Indjil ada dibilang : "Dien gijliefhebt, kastijdt gij" siapa jang kamoe tjinta hadjarlah ia. Hadjar dalem arti kasih pengoedjoek dan nasehat tjara bagaimana kesalahan haroes dibikin betoel. Tetapi kastijding saja boekan dihargain sepantasnja, malah sebaliknja saja oleh Kandjeng Goebernemen di hadjar poelang pergi masoek keloear pintoe pendjara.
Dalem keadaan begitoe dan selagi renoengken nasib saja dibelakang roedji besi dari sel saja, kenapa Kandjeng Goebernemen bales ketjintaan saja dengen tjara begini, saja hiboerken diri dengen pikir, terhadep saja Kandjeng Goebernemen bisa djoega goenaken itoe: "Dien Gij liefhebt, kastijdt Gij" does pemerintah Hindia Belanda djoega tjinta dan sajang saja. Dengen perasaan lega bersoekoer saja bisa tidoer njenjak kendati tidoer saja diatas tikar dengen goenaken bantal dengen roempoet kering sebage isi.
Akan kombali pada kalimat toelisan ini, saja maksoed kan dengen gila Belanda jalah orang2 Tionghoa jang begitoe pro segala apa jang berbaoe Belanda, hingga mereka beraksi seolah-olah lebih Belanda dari Belanda nja sendiri.
Da taon 1923 seloeroeh Hindia berpesta berhoeboeng Sri baginda Ratoe Wihelmina doedoek tachta keradjaan genap 25 taon lamanja. Dalem merajakan kedjadian itoe tentoe sadja Malang tida maoe katinggalan. Saja djoega diminta doedoek dalem badan panitia perajaan. Segala jang bisa dipadjang dan dihias semoea tida ada satoe jang ketinggalan.
Pohon waringin jang besar ditengah-tengah aloen-aloen dihiasin dengen bendara Belanda dan pita oranje, digantoengin lampion2 jang diwaktoe malem, dengen penerangannja jang berkelap kelip, kasih pemandengan jang bagoes sekali. Harmonie gedong sositet orang2 Belanda diboeka djoega boeat rakjat jang boekan Belanda satoe hal jang loear biasa istimewanja.
Diantar mereka jang koendjoengin itoe gedong jang biasanja angker boeat mereka, terdapat djoega seorang Tionghoa (dahoeloenja, tetapi di waktoe itoe ia soedah di "heleksetel" dapet gelijkstelling alias djadi Belanda staatblad atawa Belanda anderhalve pop menoeroet istilahnja di waktoe jang datang dengen istri dan anam toedjoeh anak2nja). Dada mereka dihiasin kokar oranje jang loear biasa besarnja hampir mirip sama piring boeat tjangkir. Ia ada toean S.D Tio, seperti jang biasa dibatja di kartjies namanja. Aannemer (pemborong) begitoe diterangken disebelah bawah.
Dan ini kartjies nama toean S.D. tio maen hamboerken ke kiri dan ke kanan, pada siapa sadja jang maoe terima sodoran. Teroetama kalaoe berhadepan dengen belanda totok, adoeh...! manggoetnja sadja soesah boeat di itoeng, saking banjaknja. Pada salah satoe kenalan saja, seorang Belanda jang baroesan dengen manggoet2 djoega disodorin kartjies nama oleh toean S.D. Tio, saja tanja apa ia kenal toean itoe. Dengen angkat poendak dan ketawa itoe kenalan goleng kepalanja.
Ini toean S.D.Tio saja kenal, habis sama2 pendoedoek Malang sih. Tjoema ia memang asalnja dari kampoeng "ba-tjilik". Ia tida terpeladjar poen model tjaranja, tingkah lakoenja, semoea oendjoeken jang ia ini memang asal golongan "ba-tjilik", baba tjilik. Tetapi haroes diakoein ia bisa bekerdja keras dan oelet. Ia djoega djadi pemborong dari djalanan2 dalem kota Malang jang waktoe itoe moelai diaspal. Tjoema ada bedanja aspal di djalanan aloen-aloen dimana terdapet gedong assistent resident boepati sociltet Harmonie, tebelnja boekan maen sampe raskan empoek kaloe orang liwat diwaktoe siang hari, sebab waktoe itoe belon ada aspal beton, tetapi djalanan jang dianggep tida penting alias tida ditinggalin oleh orang2 Eropa, seperti didjalanan Kotalama, dimana saja tinggal aspalnja begitoe tipis sampe batoe kerikilnja pada nondjoel kaloewar.
Ada lagi orang Tionghoa di Malang, jang djoega meledak gila Belanda nja djoesteroe disekitar perajaan djoebileoem terseboet. Moengkin ia harep siapa taoe, dihari besar begitoe barangkali sadja nanti ada ketinggalan bintang ketjil jang bisa hiasin dadanja. Tjilakanja ini meneer namanja djoega Kwee, tetapi masih oentoeng boekan pamili dengen saja. Ia pernah pergi ke Nederland boeat 3 boelan lamanja dan sekembalinja di Malang lagi dengen bangga ia toetoerken apa sadja jang ia pernah liat di negara jang mendjadi idam-idamannja.
In Amsterdam is hroote braan, kata ini nieubakken Hollander jang bisa bilang pada saja, berada di Nederland 3 boelan lamanja, soedah hampir loepa bahasa melajoenja. Maka ia goenakan bahasa Belanda nja bikinan sendiri, waktoe toetoerken saja pasal di Amsterdam ada kebakaran besar, berhoeboeng dengen pesta djoebileom jang djarang ada ini. Si meneer Kwee bikin potongan namanja dari seng tebel, oekoerannja tida koerang dari satoe setengah meter tingginja. Ini tiga letter seni ia soeroeh tantjapken diatas woewoengan roemahnja dengen lebih doeloe diberi tjat letter pertama warna merah, kedoea poetih dan ketiga biroe...! Does dengen djalan ini si gerood-wit-Chinees hendak oendjoeken setianja pada Kandjeng Goebernemen. Ini memang hak masing2 orang.
Pada soeatoe hari saja dari Soerabaia hendak poelang ke Malang dengen menoempang kereta api. Di kelas doea penoempangnja banjak djoega. Disebelah saja ada doedoek seorang dari soekoe Maloekoe. Tetapi jang warna koelitnja loear biasa hitamnja. Dan dideretan laen djoega penoeh dengen penoempeng jang kebanjakan terdiri dari orang2 koelit poetih.
Toean disebelah saja orang Ambon jang saja maksoedken diatas, roepanja senang sekali pasang omong, dalem bahasa Belanda jang kedengerannja lantjar dengen tekoekan soeara hampir sama Belanda totok kalaoe lagi bitjara, ia toetoerken pengalamannja selama di Nederland hampir 3 taon lamanja. Penoetoerannja tjoekoep berharga boeat diperhatiken. Tjoema jang mendjengkelkan saja jalah itoe orang selagi soegoehken tjeritanja, soeka mendadak berdiri tjari perhatian penoempang2 jang laen dengen soeara kedengeran angkoeh bilang: ........."wij blanken" dan boekan tjoema satoe atawa doea kali sadja ia oetaraken itoe kami orang poetih, tetapi atjap kali.
Ketika ia berseroe lagi : "wij blanken" saja tanja padanja : "pardon meneer. Wie zou blanker moeten zijn, U of ik?, seraja saja tarik lengan djas saja keatas.
Njonja Belanda didepan saja ketawa terpingkel-pingkel dan djoega dari laen2 bangkoe ketawa poelang pergi.
"Maafkan toean....! siapa diantara kami jang sekiranja lebih poetih toean atawa saja?
Atas pertanjaan ini si Belanda sepoehan bermoela hendak marah, tetapi liat sikap saja ala... loe tondjok goewa toemboek....! ia ngelewes pergi ke bangkoe di oedjoeng kereta dan doedoek sendirian dengen tampang moeka jang keliatan tjemberoet. Persis seperti anak jang lagi di mandjakan. (TAMAT)
Thursday, November 24, 2005
Dipajoengin Saoedara Toea (I)+(II)=TAMAT


INDONESIA RAYA
Kwee Thiam Tjing bertjerita
Dipajoengin Saoedara Toea
(I)
Sedari Djepang doedoekin Hindia Belanda moelai 8 Maret 1942 dan tentoe sadja djoega tantjap kakinja di Malang, penghidoepan berobah sama sekali. Menganggap dirinja aman, selamat dan sentosa dibawah tedoehan pajoeng dari si saoedara toea, jang mendjadi pemimpin, pelindoeng dan tjahaja Asia (menoeroet sirkoelernja sendiri) bermoela senjoem kita keliatan lebar sekali. Tetapi makin lama senjoem itoe makin ketjil sampe achirnja moeloet kita keliatan njaproet dan kripoet seperti kowe koetjoer jang digoreng dalem minjak koerang panas.
Sang Kang mas keliatan maknoer, soeboer dan bertjahaja, sebaliknja si dimas koeroes kering. Habis, doea minggoe satoe kali di idzinkan beli toelangan seharga 15 sen, sedang semoea daging sampi dan babi haroes disediaken boeat sang kang mas (Dai Nippon).
Masih oentoeng mereka roepanja tida begitoe soeka daging kambing. Pakaianpoen lambat laoen tjompang-tjamping. Topi, djas, dasi sedari lama boekan mendjadi kebiasaan boeat dipake. Malah banjak jang ganti sepatoe dengen sandal atawa berkaki ajam.
Di waktoe baroe datang, aer moeka saoedara toea kita memang keliatan semoe2 hidjaoe; badannjapoen rada koeroes, ondervoed dalem bahasa Belanda. Sedang militer Belanda jang sekarang mendjadi tawanan perang, ada banjak lebih segar. Tetapi hal tida berdjalan lama, akan kamoedian diganti; tawanan perang jang koeroes kering dan mati terlantar disepandjang pembikinan djalan kereta-api di Birma, di tempat tawanan atawa di pendjara. Satoe kadjadian jang soedah mendjadi oemoem dimana-mana selagi api peperangan masih berkobar-kobar.
Nippon datang belon lama. Tiap pagi di djalan petjinan kita bisa liat bagaimana sekoempoelan serdadoe Belanda dengen dikepalain oleh seorang kapten, digiring oleh 4 atawa 5 serdadoe Djepang pergi kepasar Malang oentoek beli keperloean dapoer. Perang memang tjoema doea kasoedahan; menang atawa kalah. Kalah tinggal kalah tetapi apa jang dipertoendjoeken oleh serdadoe2 Belanda waktoe digiring ke pasar Malang ada oendjoeken mentalitet dibawah nol menoeroet penilaian saja.
Mereka pada ketawa, bertjanda dan menjanji seolah-olah sekoempoelan anak sekolah jang lagi piknik. Geer geld en toch geen zorden..! begitoe mereka pada menjanji dengen gembira. En ook geen otak...! kata saja pada kawan2 dengen siapa kita bersama liat itoe tontonan jang mendjemoeken.
Samentara itoe penghidoepan djalan teroes, soerat2kabar tida ada; djadi toekang tjatoet tida biasa, en toch kita haroes hidoep, boekan ? Meliat itoe orang tawanan, saja dapet ingetan maoe tjoba lever telor bebek asinan jang soedah matang. Siapa taoe barangkali bisa berhasil dan dengen begitoe bisa dapet satoe mata pentjarian. Di esoknja saja dateng kepasar dengen bawa boeat tjontoh delapan telor bebek jang diboengkoes kertas.
Ketika liat itoe kapten dengen serdadoenja, saja minta permisi pada serdadoe Djepang jang mengawal mereka boeat boleh ketemoe dengen orang tawanan tadi. Tetapi dengen tjara bagaimana? Kita satoe sama laen tida saling mengarti masing2 poenja bahasa. Djalan satoe2nja dengen mengoenakan bahasa bisoe.
Saja lebih doeloe toeding itoe kapten Belanda, kamoedian bikin gerakan seolah-olah makan, dan achirnja keloearkan saja poenja delapan telor bebek. Meliat ini semoea, roepanja itoe serdadoe Djepang achirnja mengerti djoega maksoed saja.
Ia bikin gerakan dengen tangan boeat persilahkan saja ketemoe itoe kapten. Tetapi lebih dahoeloe tangannja tjepat bagai kilat menjambar satoe boetir telor jang ia kasih masoek dalem sakoe tjelananja.(kapan soedah dibilang waktoe baroe datang memang saoedara toea kita selaloe kroetjoekan peroetnja).
Selagi bertindak dimana itoe kapten berada, saja berpapasan dengen laen pengawal. Ia minta liat apa jang saja bawa. Satoe gerakan tjepat bikin persedian tjontoh telor saja tinggal anam bidji. Kawanja laen dateng dan zonder bilang apa2 lagi telor sajapoen masoek dalem kantong tjelananja. Dengen bawa 5 telor achirnja saja bisa ketemoe dan bitjara sama itoe kapten, jang bilang sekarang ia tida poenja kekoeasaan apa2 lagi. Paling baek saja ketemoe sadja sama opsir Djepang jang bersangkoetan.
Waktoe hendak berlaloe, dari djoeroesan kiri ada mendatengin laen pengawal jang kali ini angkat 2 bidji telor sekaligoes. Ketika soedah hendak kaloear dari roewangan itoe, laen pangawal datang samperin sembari tjengar-tjengir hingga giginja jang besar tida rata bikin ia mirip sama boeti tjakil, diliat dari soedoet moeloetnja sadja. Sisah 3 bidji telor saja beriken padanja seraja bilang "iki wis badoken".
Ia terima dan masih bilang "arigato" lagi. Saja oeroeng djadi leveransir telor bebek....!
--------$$$------------
Ia lagi berperang hadepin moesoeh diloear. Hingga ia tida maoe diretjokin oleh segala keroesoehan dan kekaloetan di belakangnja. Maka itoe hoekoeman2 jang diberiken tjoekoep heibat hingga bikin pendoedoek mendjadi djinak dan bersikap masa bodoh. Tjopet, hilang djeridji; merampok, mentjoeri, tangan koetoeng. Belon siksaan2 jang loear biasa kedjamnja, seperti di listrik, di pompa aer, digantoeng dengen kepala dibawah, dirangket, ditendang, dibanting, dll, dll. Maka itoe, bila beroeroesan atawa berdekatan sadja sama si kate kadang2 bisa bikin boeloe badan berdiri. Ia meroepaken tempat angker jang bisa bergerak sendiri. Djangan ditanja ia poenja Kempetai, polisi militer!
Oeraian sepintas laloe ini ada perloe diberiken agar pembatja zaman sekarang bisa mengerti kenapa sikap kita oemoemnja begitoe takoet pada si kate.
Boeat loekisken rasa takoet itoe saja hendak toetoerken kedjadian ini. Di djalan Kotalama ada roemah perkoempoelan Ang Hien Hoo, jang aslinja didiriken oentoek oeroes soal kematian dan pengoeboeran anggota2, sampe peti matipoen dibikin disana, boeat mana selaloe tersedia batang2 pohon djati jang ditoempoek sampe tinggi dipekarangan belakang toenggoe di gergadji menoeroet oekoerannja jang diperloekan. Kamoedian diroewangan belakang doea medja toesoek bolajang dapet tjoekoep perhatian dari anggota2, teroetama kalangan moeda. Tentoe sadja tarohan oewangpoen lantas mendjadi soeboer.
Pada soeatoe pagi saja ada di Ang Hien Hoo ketika saja liat ada datang tetamoe jang loear biasa. Saja tahoe, ia ada seorang Tionghoa totok, pekerdjaannja toekang goenting ramboetjang baroe sadja boeka peroesahaannja di djalan Djagalan, tida djaoeh dari djalan Kotalama. Ia beroesia sekiter 30taon.
Jang bikin ia loear biasa, jalah roman dan dandanannja. Ramboetnja digoenting pendek, aer moekanja keliatan keren, sepasang alis mata tadjam. Lebih lagi jang menarik jalah pakeannja, kemedja lengan pandjang, poetih bersih, tjelana wol biroe toea, ditahan oleh bretels jang diselempangkan diatas poendak, sepatoe mengkilap dan iapoen pake kaos kaki......! loear biasa boeat di zaman gila itoe.
Dan tjara djalannja, ia dengen tindakan perlahan-lahan moendar-mandir di Ang Hien Hoo, sebentar liar sana, sebentar liat sini, serta pandang kita seperti bajangan jang tida berharga boeat diperhatiken terlaloe lama, bikin kta ragoe2 siapa sebenarnja orang asing ini. Orang2 jang lagi toesoek bola pada riboet, bertreak , ketawa selagi mereka maen sambil bertarohan.
Sembari lewat diantara mereka, saja berbisik : "Awas itoe ada letnan Kempetai!" Bisikan ini diteroesken dari moeloet kemoeloet dan dalem tempo pendek sekali, soeasana didoea medja berobah soenji.
Permaenan djalan teroes dan pertarohan djoega, tetapi tida setjara terang2an. Malah kalaoe si "Letnan" lewat dan kebetoelan ada kawan lagi maoe toesoek bola, ia toenda dan pegang tongkatnja seraja moendoer beberapa tindak boeat kasih itoe "Letnan" liwat. Siapa bilang kita tida poenja "toto kromo"? Boen Tiong ada pengoeros Ang Hien Hoo; orangnja setengah toea dan netjis sekali. Kalaoe kekantor selaloe pake djas dan dasi. Tentoe iapoen dikasih tahoe ada "Letnan Kempetai". Karena boeroe2 ia keliatan keloear kamar dimana ia sedang bekerdja dan sembari pake djasnja saja liat ia samperin "letnan" pada siapa ia mesti mendjoera dalem sekali. Tetapi ini "letnan" ada terlaloe sombong atawa terlaloe tida tahoe adat, ia tjoema lirik Boen Tiong sebentar, kamoedian dengen kepala terangkat ia landjoetken perdjalanannja sembari gendong tangannja.
Siapa sadja jang kebentrok mata dengen ia pasti akan liat kelaen djoeroesan atawa toendoek. Begitoe besar ada rasa takoet mereka pada ini "letnan". Saja lantas pergi, koeatir tida bisa tahan lebih lama ketawa saja liat bagaimana berhasil saja djoeal si "Letnan" pada kawan2 di Ang Hien Hoo.
Saja sengadja kasih lewat doea hari tida mampir disana, biar hawa amarah redah sedikit. Toch ketika datang di hari ketiga saja disamboet gelombang makian dan tjatjian.
!!!!..."Loe ini memang paling tjilaka djadi orang....." treak mereka.
"Letnan Kempetai.........!
Ia ada singkeh toekang tjoekoer di Djagalan......!
------$$$------
6 boelan telah liwat sedari sang saoedara toea mengindjak kakinja di boemi Indonesia. Koeroes, hidjaoe, ngantoek dan letih keliatan nja diwaktoe itoe, tetapi sekarang.....!
Boendar, segar boegar, hingga soesah dibajangkan mereka inipoen bisa mati. Meliat badan mereka rasanja peloeroe akan mental sendiri. Dengen tindakan jang kedengeran srat....sret...... dan tampang moeka setengah ngantoek ia orang lewat se enaknja djoeroesan mana sadja jang hendak diambil tinggal kita jang kebagean rol boeat minggir. Dari pengalaman getir jang pernah dialamkan oleh mereka jang lagi sial, makin si Nippon keliatan ngantoek dan lesoe, makin ia berbahaja. Seperti oelar berbisa. Poera2 lijap-lijep seperti hampir mati, tetapi begitoe si bakal korban datang tjoekoep dekat laksana petir tjepetnja ia njambar serta tantjapken giginja jang berbisa.
(II)
Ketika berada di roemah orang toea saja di Kotalama. Pada soeatoe pagi masoek dipekarangan depan satoe Auto "Ford" sedan jang masih baroe. Dikemoediken oleh seorang opsir Djepang jang begitoe toeroen gapein saja seraja toeding pada auto jang di bawa.
Djaga............!
Perentah ia dan teroes mengelojor pergi. Sampe djaoeh malem ia tida moentjoel lagi. Kepaksa Auto itoe dengen koentji kontak jang masih menggelantong saja dorong masoek lebi dalem di gang.
Di esoknja sampe laroet malem djoega tida ada orang dateng. Itoe Ford masih baroe kentara soedah diserobot oleh opsir itoe dari roemahnja seorang Belanda. Dan kamoedian digeletakan sadja di roemah saja. Apa jang mesti saja bikin? Kawan2 nasehatin boeat lapor sadja di Kempetai di djalan Semeroe boeat tjegah saja terlibat didalemnja.
Begitoelah saja datang di kantor Kempetai. Diterima oleh seorang militer Djepang jang enak sadja taroh kedoea kaki jang telandjang diatas medja. Saja soedah manggoet 3x, masih sadja ia tinggal awasin seperti orang awasin kodok jang mendadak masoek roemah.
Achirnja ia bertereak dan seorang Tionghoa datang ketara ia ada djoeroe salin dari Kempetai. Padanja saja terangken semoea tentang itoe Ford jang ditaroh dipekarangan saja. Siapa jang bawa tida taoe, siapa jang poenja tida taoe. Sasoedah ditjatet roemah saja ia idzinkan saja berlaloe dengen perentah boeat toenggoe di roemah sampe ada orang dari Kempetai datang. Kapan tanja saja....?
Khurah..! membentak si Nippon seraja toeroenken kedoea kakinja dari atas medja. Saja tahoe dari pengalaman sendiri, khurah itoe berarti pergi....!
Mampoes apa tida...? membantah lebih lama berarti sedikitnja ada harapan boeat ditempeleng.
Saja poelang dengen endjot sepeda saja jang soedah rongsokan.
Saja seperti di "huis arrest; maoe pergi koeatir nanti pamili saja jang mesti hadepin itoe Ford sial.
Baroe diesok siangnja dengen Jeep dan beberapa serdadoe Kempetai satoe opsir keliatan datang. Ia preksa Autonja , kontji kontaknja dibawa dan kamoedian dengen goeratan kapoer ia toelis beberapa baris hoeroef kandji.
Siapa sadja tida boleh bawa ini ford jang soedah berada dalem tangan Kempetai. Dan ia perentah saja djaga djangan sampe toelisan itoe roesak dan hilang. Kalaoe sampe hilang, hilang djoega kepala saja, katanja sembari bikin gerakan seolah-olah leher saja jang akan digorok.
Hmm....! mentang2 menang perang..! pikir saja.
Hawa oedara di Malang ada basah teroetama diwaktoe malem. Apa saja moesti toengkoelin itoe toelisan disajap Auto dengen pegang pajoeng diatasnja? Sebage djawaban atas pertanjaan saja ini si opsir tjoema angkat poendak sadja.
Baroe diesokan harinja ini Auto tjilaka dibawa pergi.
Roepanja kota Malang ketempatan djoega sebagian dari serdadoe2 Nippon jang ditarik dari garis depan di Bataan oentoek istirahat. Mereka meroepakan kelompok jang tata-tertibnja dilonggarkan sedikit sebage timbalan boeat halnja mereka masih bisa keloear dalem keadaan hidoep dari garis perang. Haroes di akoei tata-tertib dari angkatan perangnja di garis belakang ada tjoekoep baek. Belon pernah saja dengar ada serdadoe Nippon jang meroesak dengen paksa kaoem wanita dari kalangan baek2, djoega tida dikalangan keloearga Belanda.
Jang diantara mereka jang baroe datang seolah-olah lahir kombali, ada terdapet djoega jang masoek golongan apa jang popoeler diseboet "oegal-oegalan", ah .. ini seh bisa dimengerti.
Merekapoen ada manoesia biasa seperti djoega kita diantaranja djoega ada jang oegal-oegalan ada jang masoek keloear toko boeat toeker arlodji rongsokan dengen jang baek; ada jang makan minoem dengen bajar menoeroet tarip sendiri; ada jang pesiar berdjam-djam dengen dokar dan bajar si koesir beberapa pitjis sadja atawa ada jang anggep pengoetjapan "arigato" poen soedah lebih dari tjoekoep. Ini tergantoeng dari masing2 poenja perasaan.
Saja pernah mendjadi korban dari sikap maoe menang sendiri. Saja lagi goenting ramboet di djalan pertoekangan, baroe dipapasin separoh ketika diroewangan sempit itoe (tjoema ada doea kerosi boeat goenting) ada masoek lima serdadoe Djepang jang ketara sekali tergolong pada "garis Bataan".
Mereka djoega maoe ramboetnja di millimeter. Orang jang tadinja doedoek di kerosi sebelah saja jang djoega baroe digoenting separoh bagean dan saja digoesoer pergi dan karena roewangan sempit, kapaksa kami berdoea djadi tontonan orang banjak di pinggir djalanan besar...........(rasain.....!opa baroe ditjoekoer separoh ditonton orang di djalan besar.... hehehe).
Kita jang hidoep di zaman gila-gilaan di itoe waktoe poen haroes sesoeaiken diri dengen keadaan disekeliling kita dengen djoega ikoet gila-gilaan agar djangan sampe djiwa kita terlaloe terteken danbisa mendjadi gila beneran achirnja.
Kalaoe aksinja boleh deh, kata anak Djakarta. Saja maksoedken aksi dari serdadoe jang baroe poelang dari Bataan moelailah kemenagan Dai Nippon. Badanja boelat, koeat dan pasak, betoel2 "otot kawat baloeng wesi". Roepanja seperti tida takoet mati dan tida bisa mati...! (gile nga toe..!)
Pada soeatoe hari selagi enak toesoek bola di Ang Hien Hoo dengen beberapa kawan , mendadak roewangan mendjadi penoeh dengen soeara berisik. Ternjata jang datang disana ada sembilan serdadoe Djepang. Waktoe liat tjaranja kita toesoek bola, mereka djoega maoe tjoba dan zonder toenggoe lagi, tongkat boeat toesoek bola dirampas dari tangan kita sementara jang tida kebagian ambil sadja tongkat dari rak. Dan moelailah ini poetera2 Dai Nippon maen toesoek sakenanja. Sampe ada satoe jang waktoe sodok bola dengen tongkatnja, boekan si bola jang menggeloendoeng, tetapi oedjoeng tongkatnja jang sodok laken hingga robek sampe 15 cm.
Mereka pada gelak ketawa dan berdjingkrak seolah-olah kedjadian itoe ada leloetjon jang bagoes sekali. Padahal "leloetjon" itoe jang akan bikin Boen Tiong sakit kepala berminggoe-minggoe lamanja karena di waktoe itoe laken boeat medja biljar tida moedah didapet. Dan kalaoe dapet harganja bisa bikin ramboet djadi oebanan.
Ketika itoe kawanan serdadoe hendak landjoetken toesoek bola, dari pekarangan, dimana ada ditoempoek balok2 kajoe djati, kedengeran soeara gemoeroeh jang begitoe heibat ia bikin geterannja dirasakan diroewangan dimana kita berada.
Itoe sembilan serdadoe Dai Nippon, jang barangkali diwaktoe tidoer masih mengimpi heibatnja gemoeroeh granat moesoeh di Bataan, semoea keliatan amat poetjat.
Dengen bergemetaran mereka pada djatohkan diri dan tjari perlindoengan di bawah di bawah medja biljar.
Kita tida bisa tahan boeat ketawa selagi liat bagaimana itoe djago2 berani mati pada berkoempoel dekat sekali satoe pada laennja seperti sekoempoelan anak ajam jang kelimpahan hoedjan.
Achirnja mereka tahoe apa jang sebenarnja kedjadian jang bikin mereka keliatan loentoer sepoehannja. Karena maloe barangkali, tida lama kamoedian dengen sikap kikoek diam2 mereka ngelojor keloear. Loentoer sepoeh emasnja jang keliatan tinggal tembaganja sadja.
Subscribe to:
Posts (Atom)
