Seoea toelisannja Opa kwee soedah pindah ke sini http://tjamboek28.multiply.com/

Wednesday, November 16, 2005

Bahasa Bogem Mentah (V)

(V)
Pekerdjaan di Mata-hari djalan seperti biasa. Ada kalanja repot, ada kalanja sepi. Tjoema kadang2 seperti biasa, saja kalaoe dirasa perloe, djewer djoega koepingnja “DJAWA TENGAH” dan “Warna Warta” doea soerat kabar Tionghoa-Melajoe jang terbit di Semarang.
Belakangan sekali, waktoe tinggal di Djakarta saja pernah berkenalan dengen seorang dokter gigi, she Be, asal Semarang. Dengen ketawa ia bilang, saja doeloenja sering kali maki maki ajahnja Be, directoer dan hoofdredactoer “Djawa Tengah” terangken ia ketika liat aer moeka meroepakan satoe tanda tanja, saja ketawa waktoe diingatkan pada itoe tempo selagi “taroeng” dengen koerang adjarnja ba “Be” seperti jang saja seboet ajahnja.
Saja tjoema bisa hiboerken dokter gigi jang simpatiek orangnja bahwa sebenarnja orang jang saja maki, haroes bersoekoer jang nasibnja baek. Kalaoe orang dimaki di soerar-kabar, oemoemnja orang djadi marah, djengkel, sakit-hati, enz, enz, does waktoe itoe ia menderita, dan djoesteroe adanja penderitaan lebi dahoeloe, diatas dosanja akan dikoerangin. Dan saja , karena kasih djalan boeat orang jang bersangkoetan dipotong dosanja saja poen berdjasa dan poen akan dikoerangin dosa saja.
Boekan itoe ada sama baiknja boeat berdoea pihak?
Kembali pada itoe “bentoeknja jang sekarang”, djika diwaktoe pagi saja sisir ramboet didepan tjermin, seperti makin lama makin tegas saja liat hoeroef2 di djidat saja “Opportoenist”. Poen dari Soerabaia dan dari beberapa tempat lain saja kadang2 terima soerat dari kawan2 seperdjoeangan saja jang pada kasih selamat dan diharapkan agar peroet saja bisa lekas gendoet dan badan gemoek sehat walafiat; soepaia lekas mirip satoe kapitalis sedjati. Ada djoega jang kirim kartoe pos sadja dengen dibelakangnja ditoelis “Hidoeplah Chung Hua Hui”!
Tentang isi semoea saja bisa tida ambil poesing, tetapi jang lebih mengelisahkan jalah perasaan sendiri, seolah-olah saja ini seperti “overlooper” sebage penghianat jang lari masoek barisan moesoeh; jang djilat kombali segala apa jang pernah saja oetarakan, baek dalem toelisan maoepoen dalem pidato. Karena adanja ini perasaan, tentoe saja itoe “bentoek” jang soedah ditjor dengen beton makin lama makin “mereteli”. Dan achirnja tjopot djoega si gigi jang soedah oglak-aglik. Tjoema saja keloear dikasih etiket bagoes, ja itoe “reorganisatie”.
Begitoelah saja si “landlooper” dengen bawa keloearga mengelondong lagi, kali ini ke Bandoeng, dimana saja bermoela tinggal di Gardoedjati, akan kamoedian pindah ke Toeindorp deket Grote Lengkong. Dan kombali saja djadi djoernalis merdeka boeat beberapa soerat kabar. Oleh sobat2 saja diminta boeat mendjadi anggota “Hoo Hap” jang kantornja ada di Gardoedjati djoega.
Hoo Hap ? saja tahoe; Hoo Hap ini masoek golongan perkoempoelan jang salem masjarakat Tionghoa dikenal sebage Thien Tee Hwee (perkoempoelan langit dan boem), djiplakan dari Thien Tee Hwee begitoe jang moelai didirikan di Tiongkok ratoesan taon berselang. Asalnja memang sedari zaman Bwantjioe takloekin dan doedoekin Tiongkok dan oesir pamerentahan bangsa Han. Didirikan dan didjiwain oleh 5 orang jang diperingati sebage Ngo Tjo (lima orang tertoea). Oleh ini 5 orang pentjinta bangsa dan negara perkoempoelan rahasia begitoe disebarkan disegala pelosok Tiongkok oentoek dengen kekoeatan bersama tjoba toembangken pemerintahan Bwantjioe, si pendjajah tadi.
Bwantjioe jang paksa bangsa Han, sebage tanda penakloekan, pake koentjir boeat jang lelaki dan kaki jang sedari masih ketjil diikat kentjeng2 boeat jang perempoean.
Maksoed pendirian Thien Tee Hwee memang moelia, tetapi dalem prakteknja, perkoempoelan2 rahasia ini meroepakan pesaing maha hiebat oentoek saling reboet kekoeasaan dan pengaroeh dalem sendiri. Hingga atjap kali sampe timboelken penjerangan dan pertoempahan darah; toedjoean asal diloepakan saking tergila-gilanja pada pemoedjaan dan keagoengan oentoek diri sendiri.
Baroe taon 1911, dengen dioesirnja kaisar Bwan jang penghabisan, swan Thong, dari tachta, Tiongkok mendjadi Repoeblik dengen Dr. Sun Yat Sen sebage presiden jang pertama.
Seperti diatas soedah dibilang, Thien Tee Hwee djoega tersebar sampe keloear Tiongkok, dimana sadja ada hidoep orang2 Tionghoa. djoega tentoe sadja poen di Indonesia. Bisa dimengerti jang di loear Tiongkok seperti di Indonesia, persaingan oentoek reboet kekoeasaan dan pengaroeh anatar Thien Tee Hwee2 begitoe tida sampe menjadi bentrokan setjara besar2an. Karena djoemlah orang Tionghoa terlaloe ketjil dan kedoea tentoe sadja oleh pamerentah jang bersangkoetan kekatjaoean sematjam itoe akan ditindas selekas moelai moentjoel. Tetapi toch persaingan dan penjerangan gelap atawa terang, setjara ketjil2an tida bisa dibasmi sama sekali.
Menoeroet pendapat saja, ini semoea disebabkan karena oemoemnja orang Tionghoa, jang dari kelas bawahan dalem hal pendidikan, kadoedoekan dalem masjarakat, dan keoewangan, ada koekoeh sekali hingga tida gampang bisa boeang hal2 jang oleh pikiran sehat soedah tida bisa diterima lagi, karena soedah tida tjotjoek dengen perobahan zaman.
Dan perobahan2 begini, menoeroet pendapat saja, jang haroes dilakoeken dalem kalangan Thien Tee Hwee begitoe agar pendoedoek Tionghoa dimana sadja mereka berada, bisa djoega bergoena boeat masjarakat oemoemnja. Djangan biasakan diri tjoema bisa terima dan telan sadja segala apa jang baek oentoeknja zonder satoe-satoe kali pernah oendjoeken boedi timbal balik.
Dan tersoeroeng ini kainginan achirnja saja terima baik tawaran dari sobat saja. Ang Tjin Eng jang waktoe itoe mendjadi twako (ketoea) dari Hoo Hap Bandoeng oentoek mendjadi anggota.
Tapi belon tjoekoep doea boelan sedjak saja dengen resmi dalem oepatjara sembajang di depan gambar Ngo Tjo disoempah sebage hengtee (saoedara) dari Hoo Hap, menoeroet kebiasaan jang berlakoe dalem kalangan Thien Tee Hwee, atawa dalen sidang anggota, saja dengen soeara terbanjak dipilih sebage “Djiko” (wakil ketoea) boeat isi lowongan jang terboeka berhoeboeng dengen halnja djiko jang dahoeloe Loa Kioen Poh, oendoerken diri.
Dalem sidang itoe doea kali saja tolak dipilih sebage djiko, dengen alesan saja masih orang baroe dan belon tahoe banjak soal perkoempoelan seperti Hoo Hap, Hong Gie Soen dan lain2 perkoempoelan begitoe memang jang mendjadi ketoea (saoedara jang paling toea), wakil ketoea ada djiko (saoedara toea jang kedoea) serta kepala dari badan commissaris diseboet “shako” (saoedara toea jang ketiga). Dan sebage twako, djiko dan shako memang kita poenja pengahoer besar kendati tjoema dikalangan sendiri.
Di Tiongkok dahoeloe, dalem kalangan perkoempoelan rahasia, begitoe, satoe kali sang twako atawa djiko gebrak medja bisa berarti dipenggalnja kepala dari anggota jang dianggap bersalah melanggar ketentoean jang soedah ditetapkan dalem kalangannja. Tentoe sadja di Bandoeng tida pernah ada kepala anggota jang menggeloendoeng sebab twako atawa djiko gebrak medja. Tetapi toch perintah atawa pengoedjoek jang diberiken oleh twako atawa djiko tida gampang ada anggota jang berani langgar.
Dan djoesteroe karena adanja ini pengaroeh maka keangkatan saja, si orang baroe, timboelken banjak iri hati. Diantaranja terdapat djoega satoe anggota jang memang soedah lama mengiler ingin diangkat sebage djiko. Ini hengtee, saoedara bernama Oh Siauw Hie dan masoek golongan terpeladjar djoega. Ia pandai goenakan bahasa Belanda dengen lantjar sekali dan berasal dari keloearga jang berada, terpeladjar dan terhormat, tjoema sajang, Siauw Hie roepanja dibikin kaloet oleh pikirannja oleh napsoe ingin “mendjagoin”
Didepan saja ia berlakoe baek sekali, tetapi dibelakang saja ternjata ia soeka djoeal moeloet sana sini boeat djelekin nama saja jang ia sangat bentji. Karena kebetoelan saja dipilih boeat itoe lowongan sebage djiko dan boekan ia.
Begitoelah ia djoeal obrolan diloearan, kenapa djoesteroe saja, orang baroe, jang diangkat, kendati..... Thiam Tjing itoe, katanja badjingan, toekang tipoe, toekang angglap dan laen2 tjatjian lagi.
Bermoela saja, ketika dikasih taoe sepak terdjangnja si Siauw Hie terhadap saja diloearan, ganda tertawa sadja. Tetapi makin saja diam, makin Siauw Hie lebi koerang adjar lagi. Ia dibikin panas hatinja oleh orang2 dari Hong Gie Soen, djoega seroepa perkoempoelan seperti Hoo Hap, dengen maksoed agar dalem kalangan Hoo Hap bisa timboel keretakan dan permoesoehan, soepaia Hong Gie Soen poenja pengaroeh bisa terpentang lebi loewas dalem kalangan pendoedoek Tionghoa di Bandoeng.
Tjilaka apa tida....? antara Hoo Hap dan Hong Gie Soen kendati sama2 Thien Tee Hwee, memang dari doeloe soedah timboel gandjelan jang berasal saling iri hati jang di tjap oleh setahoe twako dan djiko jang mana?????.

1 comment:

bandung tempo doeloe said...

salam kenal daru bandung